Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Jubir Satgas Covid-19 Ajak Masyarakat Berpikiran Terbuka dan Positif

Prof Wiku Adisasmito mengajak masyarakat berpikiran terbuka dan positif. Karena menurutnya pikiran negatif dapat menurunkan imun.

Jubir Satgas Covid-19 Ajak Masyarakat Berpikiran Terbuka dan Positif
Tangkap layar channel YouTube BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito 

TRIBUNNEWS.COM - Jubir Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengajak masyarakat berpikiran terbuka dan positif. Karena menurutnya pikiran negatif dapat menurunkan imun.

Prof Wiku mengatakan pandemi Covid-19 merupakan hal baru yang harus dipelajari bersama-sama, dimana menurutnya belum pernah ada keadaan yang memaksa dunia belajar bersama seperti ini sebelumnya.

"Jadi untuk masyarakat yang sudah mengerti duluan, tidak boleh frustasi ketika ada masyarakat yang bertanya pertanyaan yang sangat mendasar (tentang Covid-19)," kata Wiku dalam webinar Sakato FK Universitas Andalas, Sabtu (24/10/2020).

Tak lupa, Prof Wiku mengajak tenaga kesehatan dan masyarakat terdidik mengedukasi kepada masyarakat lainnya terkait covid-19 dan isu yang menyertainya, termasuk soal vaksin.

"Para pendidik harus sabar untuk mendidik, karena ini pembelajaran bersama," ujarnya.

Prof Wiku mengatakan pandemi Covid-19 tidak hanya berbicara masalah kesehatan.

Perputaran roda ekonomi juga sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat di Indonesia di masa ini.

Baca juga: Tembus Angka 380.000, Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 4.369 Kasus

Menurutnya semakin cepat Indonesia belajar soal kedua hal itu, secara kolektif maka Indonesia akan cepat pulih baik dari segi kesehatan maupun segi perekonomian.

"Jadi jangan hanya berpikir masalah kesehatan saja. Mari kita gas rem, jadi kita bisa ngegas bisa ngerem sampai terjadi equilibrium yang tepat, yang bisa dipahami siapapun," ujarnya.

Menurutnya para pemimpin juga harus memiliki dashboard yang menunjukkan situasi dan kondisi saat ini dan mengajak semua elemen kembali ke proses pendewasaan dengan bersikap tenang.

Prof Wiku juga mengimbau pada semua untuk tidak memunculkan semua pemikiran negatif pada publik.

Karena akan itu menurutnya mempengaruhi imunitas masyarakat Indonesia dan akan mempengaruhi kondisi di masyarakat.

"Mari kita berpikir positif dan selalu bekerja bersama mengatasi masalah ini, agar bisa lolos dengan cepat," katanya.

Ia meyakini Indonesia dapat dengan segera keluar dari kondisi ini, asalkan semua elemen bersatu dan belajar bersama mengatasi pandemi Covid-19 ini.

"Saya punya keyakinan, Indonesia bisa keluar dari krisis ini lebih cepat dari bangsa yang lain, asal kita bersatu," ujarnya.

Ikuti kami di
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas