Beli 20 Jutaan Dosis Vaksin Dari China, Turki Juga Inginkan Pfizer
Menteri Kesehatan menjelaskan pula, Ankara juga sedang dalam pembicaraan untuk membeli vaksin Pfizer dan BioNTech.
Penulis:
Srihandriatmo Malau
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau
TRIBUNNEWS.COM, ANKARA –Turki akan menandatangani kontrak untuk membeli setidaknya 20 juta dosis vaksin kandidat Covid-19 dari Bioteknologi Sinovac China.
Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan Turki, Fahrettin Koca seperti dikutip kantor berita Anadolu, Kamis (19/11/2020).
Menteri Kesehatan menjelaskan pula, Ankara juga sedang dalam pembicaraan untuk membeli vaksin Pfizer dan BioNTech.
"Kami akan dapat pengadaan setidaknya 10 juta dosis vaksin dari China pada bulan Desember. Kami ingin menambah jumlah ini. Ini akan sama banyaknya pada bulan Januari 2021," kata Fahrettin Koca seperti didilansir Reuters.
Baca juga: Belum ada Efek Samping Serius dari Uji Klinik Fase III Vaksin Sinovac
"Angka ini bisa dengan mudah dua kali lipat, mungkin. Kontrak akan ditandatangani ini dalam satu atau dua hari," katanya pada presentasi anggaran kementeriannya di parlemen pada Rabu.
Turki akan menjadi pembeli kedua vaksin China setelah Brasil.
Hasil uji coba awal telah menunjukkan bahwa SVA Sinovac. Vaksin eksperimental Covid-19 CoronaVac memicu respons kekebalan tubuh yang cepat. Tetapi tingkat antibodi yang dihasilkan lebih rendah daripada mereka yang sembuh dari Covid-19.
Baca juga: Pfizer Tawarkan Jutaan Dosis Vaksin Covid-19 kepada Pemerintah Brasil
CoronaVac dan empat vaksin eksperimental lainnya yang dikembangkan di China sedang dalam uji klinis tahap akhir untuk menentukan efektivitasnya.
Laporan ini mengikuti berita bulan ini dari Pfizer Inc, BioNTech, Moderna dan kandidat vaksin dari dari Rusia—lebih dari 90 persen efektif mencegah Covid-19 berdasarkan data sementara dari uji klinis tahap akhir.(Reuters)
Baca tanpa iklan