Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Imam Besar Masjid Istiqlal : Ulama Harus Bantu Pemerintah di Masa Pandemi Covid-19

Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan peran ulama dan tokoh agama saat pandemi Covid-19 penting.

Imam Besar Masjid Istiqlal : Ulama Harus Bantu Pemerintah di Masa Pandemi Covid-19
YouTube BNPB Indonesia
Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Prof. Nasaruddin Umar 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan peran ulama dan tokoh agama saat pandemi Covid-19 penting.

Menurut mantan wakil menteri agama ini, di tengah krisis kehadiran ulama atau tokoh agama lebih didengar masyarakat, karena musibah cenderung dekat dengan bahasa agama.

"Saat hura-hura, koar-koar, mewah-mewah,  bahasa agama gak didengar. Pada saat terjadi musibah atau kerasahan atau krisis yaitu bahasa yang paling efektif untuk didengar adalah bahasa agama, karena bahasa pencipta, penentu terhadap musibah yang datang," ungkapnya dalam diskusi virtual, Selasa (24/11/2020).

Untuk itu, ulama dan tokoh agama dimasyarakat harus berperan aktif membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19.

Baca juga: Satgas Covid-19 Beri Anies Peringatan: 3 Minggu Berturut Jakarta 5 Besar Penambahan Positif Mingguan

Baca juga: Pemerintah: Penularan Covid-19 di Bulan November Tidak Terkendali

"Saya sangat berharap ya khususnya ulama ini harus berperan aktif ya bahu membahu  bersama dengan pemerintah dan kelompok masyarakatnya sebagai pahlawan untuk menyelamatkan semua dari pandemi ini," jelas Nasaruddin.

Menurutnya masyarakat juga perlu bijaksana dalam mendengarkan anjuran ulama dan tokoh agama agar tidak ikut terprovokasi.

"Penting peranan ulama itu tapi ulama yang mana dulu. Ulama yang memprovokasi masyarakat bagi kita sendiri (tidak boleh) kita harus sampaikan apa adanya," tuturnya

"Saya mohon maaf kalau tidak menguasai persoalannya (ulama) agar tidak mengeluarkan fatwa. Jangan sampai memicu emosi masyarakat," sambung Nasaruddin Umar.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas