Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Satgas Ingatkan Masyarakat Tidak Halangi Petugas Lakukan Testing Covid-19

Wiku meminta masyarakat bekerjasama dengan petugas dalam upaya menangani Pandemi Covid-19. 

Satgas Ingatkan Masyarakat Tidak Halangi Petugas Lakukan Testing Covid-19
Tribunnews/JEPRIMA
Petugas medis dari Polda Metro Jaya saat melakukan rapid test kepada sejumlah warga Petamburan di SDN 01 Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (22/11/2020). kegiatan tersebut sebagai komitmen Polda Metro Jaya untuk mencegah penyebaran virus covid-19 setelah ditemukan adanya warga yang terpapar seusai menghadiri acara pernikahan dan maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh FPI. Tribunnew/Jeprima 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA  - Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat untuk tidak menghalangi petugas yang akan melakukan pemeriksaan atau testing Covid-19 di wilayahnya masing-masing. 

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Istana Kepresidenan , Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Wiku mengatakan di daerah seperti DKI Jakarta akan ada pemberian sanksi tegas kepada masyarakat yang menghalangi petugas melakukan pemeriksaan.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat bekerjasama dengan petugas dalam upaya menangani Pandemi Covid-19. 

"Masyarakat perlu mengetahui bahwa pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan, merupakan upaya deteksi dini agar masyarakat dan kontak terdekatnya yang positif Covid-19 dapat segera ditangani dengan baik. jadi kami mohon kerjasama dari seluruh warga masyarakat dalam rangka mengendalikan Covid-19  ini," katanya.

Baca juga: Wiku Sebutkan Kerumunan yang Telah Sebabkan Kluster Covid-19, Kluster GPIB hingga Ijtima Ulama Gowa

Mengenai kerumunan yang terjadi di DKI Jakarta dan Jawa Barat terkait keberadaan Imam Besar FPI Rizieq Shihab beberapa waktu lalu,  pemerintah  berusaha secepat mungkin untuk menetapkan klasternya. 

Sehingga mereka yang positif dapat segera ditangani dan tidak menularkan virus ke masyarakat lainnya.

"Jadi Satgas berkomitmen untuk dapat memetakan klaster tersebut secepat mungkin, sehingga mereka yang hasil tesnya positif dapat segera memperoleh treatmen yang baik dan sesuai standar, dengan demikian mereka dapat lekas sembuh," pungkasnya.

Sebelumnya Imam Besar FPI Rizieq Shihab dikabarkan menolak tes Covid-19 dari pemerintah. Aparat gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP gagal menemui Habib Rizieq Shihab, pada Sabtu (21/11/2020) malam.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Singgih Hermawan, mengatakan Habib Rizieq tak mau menemui karena sedang beristirahat.

"Maksud kedatangan tiga pilar menyambangi rumah bapak HRS ingin bertemu dengan bapak HRS."

"Tapi tidak bisa karena sedang istirahat dan tidak menerima tamu," kata dia, Minggu (22/11/2020).

Petugas hanya bisa menyampaikan pesan melalui Ustaz Yono yang bertindak sebagai perwakilan keluarga.

Polisi berpesan agar Habib Rizieq segera melakukan swab test untuk mengetahui kondisi kesehatannya.

"Petugas menyampaikan pesan supaya Pak HRS melakukan swab test. Karena kemarin yang bersangkutan berada dalam kerumunan orang sangat banyak," katanya.

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas