Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Masyarakat Jangan Terjebak Isu Vaksin Asing, Erick Thohir : Semua Sama Baik

Ujung dari program vaksinasi adalah agar perekonomian nasional kembali bergairah di 2021

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Masyarakat Jangan Terjebak Isu Vaksin Asing, Erick Thohir : Semua Sama Baik
Humas Kementerian BUMN
Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir (tengah) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) Erick Thohir mengatakan pemerintah kerja keras dalam program vaksinasi Covid-19.

"Kita gotong royong dalam vaksinasi ini.

Tidak mungkin dikerjakan satu kementerian saja," kata Erick Thohir yang juga Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Sabtu (12/12/2020).

Merujuk Keputusan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 domain pengambilan keputusan pengadaan vaksin tugas pokok fungsinya berada di Kementerian Kesehatan.

Menurut Erick, pemerintah mengizinkan pengadaan jenis vaksin  antara lain berasal dari perusahaan farmasi dan bioteknologi seperti Pfizer, Moderna, Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca.

"Tentunya juga vaksin yang akan diproduksi secara mandiri yakni vaksin merah putih," tuturnya.

Baca juga: Vaksin Sinovac Uji Klinik Bandung Belum Bisa Digunakan Awal 2021

Baca juga: PKS Desak Ombudsman RI Periksa Pengadaan Vaksin Sinovac

Rekomendasi Untuk Anda

Erick meminta masyarakat jangan terjebak dengan isu vaksin yang didatangkan dari luar negeri.

"Semua vaksin yang sudah masuk data WHO dan juga sudah masuk uji klinis 1 dan 2, semua sama baiknya. Sesuai keputusan surat Menteri Kesehatan kita memakai vaksin Amerika, vaksin Arab, vaksin China," jelasnya.

Mantan bos klub Inter Milan ini menegaskan lagi yang lebih penting saat ini adalah vaksin tersebut bisa menekan tingkat penyebaran virus dan jumlah kematian.

Dia menjelaskan ujung dari program vaksinasi adalah agar perekonomian nasional kembali bergairah di 2021.

"Kita yakini dengan data-data EDB (lembaga internasional, red) proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tumbuh lima persen," pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir menyebut ada 568 dosis vaksin yang dikhususkan untuk uji mutu oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami telah menerima 1,2 juta dosis kemasan single dose. Total vaksin yang sudah kami terima 1.200.568 vial di mana 568 vial ini akan dilakukan pengujian mutu," kata Honesti dalam konferensi pers terkait Perencanaan Distribusi dan Quality Control Vaksin Covid-19.

Baca juga: Polda Metro Imbau 5 Tersangka Kasus Kerumunan Massa Menyerahkan Diri, Yusri: Atau Kami Tangkap

Baca juga: Jaga Bentuk Tubuhnya, Olla Ramlan Rutin Olahraga, Selama Pandemi Lebih Banyak Menembak

Menurutnya, Bio Farma akan menyediakan sebanyak 3 juta dosis vaksin Covid-19 dari Sinovac.

Sisanya, 1,8 juta dosis dalam bentuk jadi akan datang di akhir 2020.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas