Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

51 Persen Warga DKI Jakarta Miliki Inisiatif untuk Tes Covid-19 Mandiri

Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan, sebanyak 51 persen warga Jakarta memiliki inisiatif untuk melakukan testing Covid-19 mandiri

51 Persen Warga DKI Jakarta Miliki Inisiatif untuk Tes Covid-19 Mandiri
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti dalam forum Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) 2020 yang disiarkan virtual, Kamis (17/12/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Widyastuti mengatakan, sebanyak 51 persen warga Jakarta memiliki inisiatif untuk melakukan testing Covid-19 mandiri.

Ia mengatakan, kesadaran masyarakat dalam tes mandiri meringakan biaya penanganan Covid-19 Pemprov DKI yang selama ini mengandalkan APBD, APBN, maupun hibah luar negeri.

"Yang penting kemandirian masyarakat bahwa ada 51% testing di DKI Jakarta itu atas inisiatif sendiri dengan edukasi komunikasi Resiko yang terus-menerus," ujarnya dalam forum Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) 2020 yang disiarkan virtual, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Paus Fransiskus: Alihkan Dana Persenjataan untuk Lawan Covid-19, Pastikan Vaksin untuk Semua Bangsa

Perempuan berhijab ini menjelaskan, testing yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam pengendalian virus corona, selain tracing dan treatment.

Untuk mencapai hasil maksimal menekan jumlah penularan Covid-19, semua masyarakat juga diwajibkan melaksanakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun).

Baca juga: Anies Baswedan Keluarkan Dua Kebijakan Antisipasi Klaster Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru

"Keseimbangan antara peran masyarakat melalui 3M dan peran pemerintah melalui 3T, tentukan setiap satu kata kunci yang bagus bagaimana kita harus menjaga testing-nya, tracking-nya, treatment-nya berjalan seimbang tidak mungkin hanya menguatkan testing saja tanpa penguatan tracing, tidak mungkin tracing tinggi tanpa menyiapkan tempat Rumah Sakit tentu tidak mungkin kita sendiri dan tidak bisa berjalan," ujarnya.

Seperti diketahui, saat ini Pemerintah lewat Satgas Covid-19 saat ini terus menggencarkan kampanye penyuluhan 3M.

Baca juga: Anies Baswedan Keluarkan Dua Kebijakan Antisipasi Klaster Covid-19 Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Kampanye 3M ini terus menerus disosialisasikan supaya masyarakat tidak lupa bahwa penyebaran Covid-19 banyak datang dari pergerakan manusia. Sehingga pelaksanaan 3M harus dijalankan secara ketat.

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona.

Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas