Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Presiden Tampik Vaksin Gratis Hanya untuk Anggota BPJS

 Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah bahwa vaksinasi gratis Covid-19 hanya untuk anggota BPJS kesehatan saja.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Presiden Tampik Vaksin Gratis Hanya untuk Anggota BPJS
Tangkap layar kanal YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo umumkan kedatangan vaksin Covid-19 ke Indonesia 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah bahwa vaksinasi gratis Covid-19 hanya untuk anggota BPJS kesehatan saja.

Hal itu disampaikan presiden saat memberikan bantuan modal kerja kepada para pedagang mikro dan kecil di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat, Jumat, (18/12/2020).

"Tidak ada kaitannya dengan anggota BPJS. Karena ada isu vaksin hanya untuk yang memiliki kartu BPJS, ndak, semuanya seluruh warga bisa mengikuti vaksinasi," kata Presiden. 

Hanya saja menurutnya, Vaksinasi Covid-19 akan diberikan secara bertahap.

Vaksinasi akan diatur oleh puskesmas atau kelurahan setempat. Karena menurut Presiden jumlah yang akan divaksin banyak sehingga harus ada pengaturan.

"Tapi memang nanti diatur oleh Kelurahan atau oleh Puskesmas dari dekat kita," katanya.

Kepala negara mengatakan bahwa pandemi Covid-19 akan berangsur normal setelah dimulainya vaksinasi Covid-19. 

Baca juga: Gerindra Minta Pemerintah Pastikan Keamanan Vaksin Covid-19 Meski Digratiskan

Rekomendasi Untuk Anda

Dibutuhkan setidaknya 70 persen populasi yang divaksin untuk menciptakan kekebalan kelompok atau herd imunity.

"Kira-kira 70 persen rakyat kita akan kita vaksin, jumlahnya 182 juta. Bapak ibu bisa bayangin 182 juta disuntik satu satu, dan juga perlu saya ingatkan,  saya sampaikan bahwa pemberian vaksin nanti tidak dipungut biaya alias gratis. Mungkin nanti ada akan ada pemberitahuan dari Puskesmas atau dari Kelurahan mengenai kapan kita harus vaksinasi. Karena vaksin nya sudah ada di negara kita, tinggal mulai kapan," pungkas Presiden.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas