Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Satgas Covid-19 Sebut Anak Muda Cenderung Lebih Abai pada Protokol Kesehatan

Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan anak muda cenderung lebih mengabaikan protokol kesehatan.

Satgas Covid-19 Sebut Anak Muda Cenderung Lebih Abai pada Protokol Kesehatan
Tribunnews/Jeprima
Sejumlah pesepeda mengikuti acara Rudy Project Charity Ride di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Sabtu (12/12/2020). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pesepeda agar tetap menjalani protokol kesehatan walaupun saat bersepeda. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan kegiatan amal yang dilakukan para member dengan melelang barang yang nantinya akan disumbangkan kepada yang membutuhkan. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan anak muda cenderung lebih mengabaikan protokol kesehatan.

Harry mengungkapkan kelompok umur 18-30 tahun lebih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan, dibanding kelompok umur lainnya.

"Jadi semakin muda itu cenderung semakin abai terhadap protokol kesehatan yang paling banyak abai itu sekitar yang usianya antara 18 sampai 30 tahun," ungkap Sonny dalam webinar Milenials Againts Covid-19 Tahun Baru Ubah Laku, Sabtu (26/12/2020).

Baca juga: Kampanye Keselamatan Pelayaran, KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun Bagikan Seribu Life Jacket

Baca juga: Survei Populix: Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan Selama Liburan Akhir Tahun 2020

Menurut Sonny, anak muda ini lebih abai pada protokol kesehatan, karena merasa imunitasnya lebih bagus.

Kelompok umur di bawah usia 45 tahun yang terpapar Covid-19, menurut Sonny, memang lebih kecil angka kematiannya, yakni kurang dari 1 persen. Sementara, untuk umur 45 tahun angka lebih, angka kematiannya di atas 5 persen.

"Jadi semakin muda itu memang cenderung angka kematiannya semakin kecil, jadi mereka cenderung abai," ucap Sonny.

Mobilitas anak muda juga, menurut Sonny, sangat tinggi, sehingga mempercepat penyebaran Covid-19. Sementara yang tua atau yang memiliki komorbiditas lebih hati-hati.

Menurut Sonny, pendekatan yang dilakukan kepada anak muda adalah melalui kelompok yang seumuran.

"Jadi intinya edukasi dan sosialisasi itu sangat efektif kalau dilakukan oleh orang-orang yang seumuran. Jadi millenials bisa diedukasi oleh milenial," pungkas Sonny.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas