Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia Hari Ini Tercatat Berjumlah 176.672
Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperbarui data terkai penanganan virus corona di Indonesia, Jumat (5/2/2021).
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Adi Suhendi
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 memperbarui data terkai penanganan virus corona di Indonesia, Jumat (5/2/2021).
Berdasarkan data dari situs covid19.go.id, hari ini angka kasus aktif Covid-19 di Indonesia bertambah sebanyak 1.874 kasus.
Total saat ini terdapat 176.672 kasus aktif Covid-19.
Sebelumnya, Kamis (4/2/2021), kasus aktif Covid-19 sebesar 174.798 kasus.
Baca juga: Satu di Antara SOP Liga 1 2021: Test Covid-19 Dilakukan di Hari yang Sama Dengan Pertandingan
Satgas juga mencatat terjadi penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 11.749 orang.
Sehingga total kasus positif Covid-19 sebanyak 1.134.854 orang.
Angka tambahan ini seperti diketahui meningkat ketimbang pada hari Kamis kemarin yang mencapai 11.434 kasus.
Baca juga: Update 5 Februari: Meningkat Penambahan 11.749 Kasus Covid-19, Total 1,134 Juta Orang
Data tersebut juga menunjukkan penambahan pasien sembuh mencapai 9.674 orang.
Adapun total pasien sembuh secara keseluruhan sebanyak 926.980 orang.
Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 31.202 orang setelah ada penambahan kasus meninggal hari ini sebanyak 201 orang.
Jumlah Suspek yang dipantau per hari ini tercatat sebanyak 77.704 orang.
Adapun spesimen yang diperiksa hari ini sebesar 76.373 spesimen.
Baca juga: Update Covid-19 Global 5 Februari: Total Kasus Aktif di Seluruh Dunia Lebih dari 25,8 Juta
Seperti diketahui, pada Kamis (4/2/2021) kemarin, kasus positif Covid-19 total sebanyak 1.123.105 kasus.
Sementara, jumlah pasien sudah sembuh menjadi 917.306 orang.
Adapun total pasien meninggal dunia sejumlah 31.001 orang.
Perhatikan Gejala Covid-19 Ini
Anda terinfeksi Covid-19 dan harus melakukan isolasi mandiri di rumah? Tetap pantau gejala-gejala pada tubuh, ini hal yang harus diwaspadai.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Hospital Bekasi Utara, dr M Irfan SpPD menjelaskan bahwa memang isolasi mandiri diperuntukkan bagi pasien-pasien yang tanpa gejala (OTG) atau pun dengan gejala yang ringan.
Sementara, untuk pasien-pasien yang batuk terus-menerus atau mengalami demam 38 derajat Celcius lebih dari itu, tidak dianjurkan untuk isolasi mandiri karena harus mendapatkan pemantauan dari tenaga medis.
Nah, dikarenakan isolasi mandiri umumnya adalah OTG atau bergejala ringan, Irfan menegaskan bahwa ada beberapa gejala yang memang harus diwaspadai pasien saat melakukan isolasi mandiri di rumah.
"Gejala yang harus diwaspadai bila kita isolasi mandiri, kalau sudah demam lebih dari 38 (derajat celcius) kita itu harus segera ke rumah sakit," kata Irfan dikutip artikel Kompas.com, Rabu (3/1/2021).
berjudul "Gejala yang Harus Diwaspadai Saat Melakukan Isolasi Mandiri di Rumah",
Selain demam di atas 38 derajat Celcius, maka Anda sebagai pasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah juga harus memperhatikan gejala-gejala lain yang Anda derita.
Misalnya Anda merasakan sakit yang memburuk dari gejala-gejala yang Anda rasakan sebelumnya, entah itu sakit tenggorokan, batuk, pilek dan lainnya.
Berikutnya, Anda diminta untuk mewaspadai juga gejala sesak napas seperti napas terasa pendek dan semakin berat.
"Pokoknya apa yang kita rasakan itu berbeda dari hari-hari sebelumnya. Fit (sehat) di awal-awal bisa saja memang tanpa gejala tapi di perkembangan berikutnya gejalanya semakin memberat," kata dia.
"Nah kalau gejala yang dirasakan tidak seperti biasa dan memberat, kita harus langsung ke rumah sakit rujukan (khusus Covid-19)," lanjutnya.
Terakhir, perhatikan juga batasan minimal saturasi oksigen di oksimetri harus di atas 95 persen.
Kapan kapan waktunya untuk segera ke rumah sakit?
Gejala Covid-19 dapat berubah dari ringan menjadi lebih buruk dalam hitungan jam, terutama jika pasien tidak memperhatikan kesehatannya sendiri.
Oleh karena itu, sangat penting untuk melacak gejala , tanda tidak biasa yang ditemukan, atau gejala apa pun yang memburuk selama waktu pemulihan, alih-alih membaik.
Sesak napas, kadar oksigen di bawah 95, nyeri dada, mengigau, penurunan kesadaran, lebih jarang pergi ke kamar mandi, semburat kebiruan di bibir atau demam yang tidak mereda setelah 6-7 hari adalah beberapa tanda yang mungkin dibutuhkan pasien untuk meminta bantuan serius atau rawat inap.
Pedoman Dasar Mengelola Gejala Covid-19
Berikut adalah beberapa pedoman dasar tentang cara mengobati dan mengelola gejala Covid-19 di rumah berdasarkan panduan yang diberikan oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat;
1. Hal yang diperlukan selama masa pemulihan
Jika kita adalah pasien tunggal di rumah, isolasi diri akan diperlukan sampai pulih untuk melindungi orang-orang di sekitar kita.
Jika memungkinkan, coba dan minimalkan kontak dengan orang-orang di rumah, tinggallah di kamar dengan sinar matahari dan ventilasi yang cukup.
Dokter juga menyarankan agar pasien memiliki ruangan terpisah yang memiliki kamar mandi berbeda.
Sanitiser, desinfektan, masker, pencuci tangan, termometer nirkontak, mesin penghirup uap, oksimeter denyut, cucian bersih, dan pengaturan tempat tidur terpisah akan diperlukan.
Jika memiliki penyakit penyerta seperti gula atau tekanan darah yang tidak terkontrol, kita juga akan memerlukan pemeriksaan tanda-tanda vital secara rutin, jadi pastikan juga memiliki monitor BP dan mesin pemantau glukosa, karena ketidakstabilan pada parameter penting ini dapat menjadi pertanda kekhawatiran selama fase pemulihan.
Karena akan tetap terisolasi, setidaknya selama 10-14 hari, kita juga dapat memperoleh hal-hal yang akan membantu kita tetap bugar dan aktif secara mental.
Buku, jurnal mediatif, mengisi teka-teki, apa pun yang disuka akan membantu kita melewatkan waktu dan membuat fase sakit jauh lebih nyaman.
Ingatlah bahwa bahkan kasus tanpa gejala memerlukan isolasi diri karena masih dapat menyebarkan virus ke orang lain.
2. Tetap terhidrasi
Hidrasi adalah kunci pemulihan yang cepat. Pastikan kita minum setidaknya 2-3 liter air dalam sehari, dan minuman penghidrasi lainnya (larutan ORS juga dapat digunakan).
Indikator yang baik bahwa kita minum banyak cairan adalah jika warna kencing pucat dan bening. Konsumsi alkohol dan minuman bersoda harus dibatasi, karena dapat membuat dehidrasi.
3. Mengelola gejala pernapasan
Gejala pernapasan, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan masih tetap menjadi beberapa gejala yang paling sering dilaporkan dengan Covid-19.
Berkumur dan inhalasi uap berperan banyak dalam meredakan gejala. Obat-obatan yang dijual bebas, seperti sirup obat batuk, semprotan hidung, dan pelega tenggorokan dapat selalu digenggam di tangan.
4. Bila demam tinggi dan menggigil
Demam, menggigil, kelelahan, nyeri menusuk, biasanya ditunjukkan dengan penyakit virus, tetapi bisa sangat kejam dalam kasus infeksi Covid-19.
Sakit punggung yang menyiksa atau suhu yang terus-menerus tinggi (lebih dari 38,5 derajat Celcius) sering terjadi.
Sementara demam dan gejala terkait membutuhkan waktu sendiri untuk benar-benar hilang, satu-satunya hal yang benar-benar membantu mempercepat pemulihan adalah beristirahat.
Obat-obatan tertentu, seperti parasetamol, yang bekerja untuk menurunkan suhu, dan obat pereda nyeri lainnya yang meredakan peradangan di tubuh juga dapat digunakan. Namun, pastikan untuk memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu.
Gejala infeksi lain yang jarang dilaporkan termasuk gejala gastrointestinal seperti mual, kram, diare.
Larutan oralit, cairan pelembab akan membantu menjaga perut tetap nyaman dan meredakan gejala, sampai batas tertentu.
5. Apakah ada obat yang harus dibeli?
Meskipun seseorang dapat dengan mudah mengelola gejala di rumah, meminta nasihat dokter akan berguna untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak.
Jika sudah minum obat apa pun untuk suatu penyakit, lanjutkan melakukannya, setelah memberi tahu dokter.
Meskipun tidak ada obat yang secara aktif 'mencegah' Covid-19, dokter biasanya meresepkan obat anti-inflamasi atau antivirus untuk hal yang sama.
Tetapi karena banyak di antaranya adalah obat resep dan memiliki khasiat yang kuat, obat ini hanya boleh digunakan setelah berkonsultasi dengan dokter.
Selain itu, suplemen obat-obatan, seperti vitamin C, zinc dapat bekerja untuk meningkatkan kekebalan dan menjaga kesehatan tubuh.
Mereka mungkin tidak membantu melawan Covid-19 secara langsung, tetapi penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin-vitamin di atas dapat memperburuk keadaan bagi mereka yang kekurangan mineral dan nutrisi penting ini.
Minum teh yang menenangkan seperti camomile dan bunga melati juga dapat membantu meringankan gejala.
6. Makanan yang harus dihindari jika terjangkit Covid-19
Ketika berada dalam fase pemulihan, ingatlah bahwa sementara viral load membutuhkan waktu sendiri untuk menghilang dari tubuh, jadi hal penting yang perlu dilakukan adalah memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Oleh karena itu, makanan apa pun yang meningkatkan tingkat stres oksidatif atau tidak membiarkan sistem kekebalan bekerja secara sehat tidak boleh dikonsumsi.
Idealnya, seperti halnya penyakit lainnya, waktu pemulihan adalah ketika seseorang harus memiliki makanan bergizi yang kaya .
Makan sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian yang sehat, polong-polongan yang dikemas dengan bahan yang meningkatkan kekebalan.
Makanan kaya antioksidan harus dimasukkan ke dalam makanan bersama dengan protein sehat untuk pemulihan lebih cepat.
Sebagai aturan, pastikan tidak mengonsumsi terlalu banyak makanan olahan, minuman manis, atau makanan asin, yang tidak hanya buruk bagi kesehatan tetapi juga dikaitkan dengan kekebalan yang lebih rendah dan peradangan yang tinggi.
Jika mengalami gejala pernapasan akut seperti sesak napas, batuk parah atau sesak napas, minum teh yang menenangkan dapat membantu melegakan sampai batas tertentu.
7. Apa yang harus dilakukan jika nafsu makan hilang?
Nafsu makan yang menurun juga terlihat dalam banyak kasus. Mereka yang menderita gangguan indra penciuman juga mungkin merasa kesulitan makan makanan normal.
Padahal, makan bergizi itu penting. Smoothie, jus, dan makanan kaya protein harus dimiliki secara berlimpah.