Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Setalah Sinovac, BPOM Kaji Izin Penggunaan Darurat 3 Jenis Vaksin Ini

Percepatan untuk memberikan emergency use authorization itu sama, berlakunya," kata dia.

Setalah Sinovac, BPOM Kaji Izin Penggunaan Darurat 3 Jenis Vaksin Ini
Tribunnews/Jeprima
Suasana pemberian vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) secara massal di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2021). Kementerian Kesehatan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar vaksinasi Covid-19 massal dengan menargetkan 6.000 orang tenaga kesehatan yang bertugas pada fasilitas kesehatan pemerintah dan swasta di DKI Jakarta. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin CoronaVac buatan Sinovac untuk Lansia, Badan Pengawas Obat dan Makanan kini sedang mengkaji tiga vaksin lain.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan bahwa terdapat tiga jenis vaksin Covid-19 yang kini sedang dikaji untuk kemudian diterbitkan izin penggunaan darurat.

"Sudah ada beberapa yang berporses yaitu Astrazeneca, Sinopharm , Novavax itu sudah berporses karena memang sudah ada komitmen dengan pemerintah sehingga proses sudah bisa berjalan," kata Penny dalam konferensi pers virtual, Minggu, (7/2/2021).

Baca juga: Izin Darurat Vaksin Sinovac Bagi Lansia Telah Melalui Uji Klinik di China dan Brazil

Pihaknya kata Penny kini sedang menunggu data uji klinik vaksin tersebut dari sejumlah pihak yang telah menjalin kerjasama (rolling submission). Prosedur penerbitan izin penggunaan darurat ketiga jenis vaksin tersebut kata dia, sama dengan prosedur yang diterapkan pada vaksin Sinovac.

Percepatan untuk memberikan emergency use authorization itu sama, berlakunya," kata dia.

Penny berjanji bahwa BPOM akan secepatnya memproses izin penggunaan darurat vaksin dengan tetap memperhatikan prosedur ilmiah. 

 "Janji kinerja kami paling lama 20 hari kerja itu setelah lengkap datanya, itu bisa rolling submission," tuturnya.

Baca juga: Kemasan Vaksin Sinovac yang Diolah Bio Farma akan Berubah

Untuk diketahui pemerintah menetapkan tujuh jenis vaksin Covid-19 yang beredar di Indonesia. Ketujuh vaksin tersebut yakni: Sinovac, Sinopharm, Astrazeneca, Pfizer, Moderna, Novavax,  dan vaksin Merah Putih.

"Sampai dengan hari ini, tentunya ada tujuh vaksin yang ditetapkan namun baru satu yaitu Coronavac yang telah memperoleh emergency use authorization," pungkasnya

Ikuti kami di
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Malvyandie Haryadi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas