Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Positivity Rate Masih Tinggi, Menkes Budi : Terlalu Dini Prediksi Indonesia Bebas Covid-19

Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin belum bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 berakhir di Indonesia.

Positivity Rate Masih Tinggi, Menkes Budi : Terlalu Dini Prediksi Indonesia Bebas Covid-19
Tribunnews/Irwan Rismawan
Ketua KPK, Firli Bahuri (kiri) melakukan salam dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin usai memberikan keterangan usai pertemuan tertutup di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/2/2021). Pertemuan KPK dengan Kementerian Kesehatan tersebut membahas tentang monitoring pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia serta membahas tentang pengawalan dan regulasi penyelenggaraan rencana vaksinasi mandiri atau vaksinasi gotong royong di Indonesia. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin belum bisa memprediksi kapan pandemi Covid-19 berakhir di Indonesia.

Hal itu disampaikan Budi dalam konferensi pers virtual yang dikutip Tribunnews.com dari youtube Kementerian Kesehatan RI, Rabu (17/2/2021).

"Sekarang masih terlalu dini memberikan kesimpulan kapan kita selesai karena data positivity rate kita abnormal, tinggi sekali, sehingga ada hipotesa yang harus kita cek dan pastikan," ungkap Budi.

Ia mengatakan, meski bukan saat libur panjang angka positivity rate Covid-19 Indonesia masih terbilang tinggi yakni 20 persen.

Baca juga: Menkes: Pasien Covid-19 yang Dirawat di RS Menurun dalam Dua Pekan Terakhir

Padahal menurut WHO, maksimal positivity rate berada di bawah 5 persen.

"Jadi setiap saat libur itu positivity rate kita naik, karena memang liburannya yang panjang. Memang ini pun masih tinggi, event dalam kondisi normal angka positif di Indonesia yang di kisaran 20% ini masih tinggi. Harusnya bagus itu di bawah 5 persen," jelasnya.

Budi mengatakan positivity rate yang naik di Tanah Air  disebabkan libur panjang, dimana jumlah tes deteksi Covid-19 tidak banyak serta laboratorium libur.

Baca juga: Petugas KAI Akan Mendapatkan Vaksinasi Covid-19 Tahap II dari Pemerintah

Sehingga kasus positif maupun negatif tidak dilaporkan secara real-time.

"Dengan masuknya data-data ini akan kelihatan PR yang sebenarnya, baru dari situ kita bisa mengambil kesimpulan,” ujarnya.

Baca juga: Setelah dari Pasar Tanah Abang, Vaksinasi Covid-19 Berlanjut ke 135 Pasar di Ibu Kota

Untuk itu, strategi penguatan data rapid test atau tes cepat antigen dimasukan ke laporan harian akan memberikan gambaran positivity rate yang lebih jelas.

“Saat ini di aplikasi pelaporan hanya bisa menampung data PCR. Sekarang lewat Permenkes Antigen jika positif bisa kita masukan sebagai konfirmasi positif. Sistem sudah disiapkan, sedang dites, kami harapkan minggu ini hasil antigen sudah bisa masuk laporan harian,” ujarnya.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hendra Gunawan
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas