Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kemenkes: Ada Hoaks Soal Vaksinasi Covid-19 yang Tidak Memerlukan Proses Registrasi

Hoaks soal vaksinasi yang dimaksud berisi seruan tentang adanya agenda vaksinasi Covid-19 yang tidak memerlukan proses registrasi. 

Kemenkes: Ada Hoaks Soal Vaksinasi Covid-19 yang Tidak Memerlukan Proses Registrasi
tribunnews.com/reza deni
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zonotik Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi dalam siaran BNPB, Senin (22/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, ada hoaks tentang vaksinasi Covid-19 yang beredar di grup WhatsApp baru-baru ini.

Hoaks soal vaksinasi yang dimaksud berisi seruan tentang adanya agenda vaksinasi Covid-19 yang tidak memerlukan proses registrasi. 

Siti mengatakan, hoaks tersebut memicu terjadi kerumunan yang luar biasa besar di lokasi vaksinasi Covid-19.

"Terakhir kita mendengar ada haoks (soal vaksinasi) melalui WhatsApp. Hoaks itu mengatakan silahkan datang, tidak perlu pakai daftar. Akhirnya kerumunan yang luar biasa besar terjadi," kata Siti dalam Trijaya Vaksin Day: Kita Yakin Vaksin, seperti disiarkan langsung di Channel MNC Trijaya, Jumat (9/4/2021).

Siti mengingatkan masyarakat, tidak ada vaksinasi Covid-19 yang dilakukan tanpa melalui proses registrasi.

"Padahal kita sudah sampaikan setiap proses untuk mendapatkan vaksinasi harus melalui proses registrasi. Supaya vaksinasi dapat, tapi protokol kesehatan juga diterapkan," ujar Siti.

Baca juga: Saring Informasi Sebelum Disebar Sebagai Upaya Menangkal Hoaks Covid-19

Siti mengatakan, hoaks itu beredar di saat antusiasme masyarakat menyambut vaksinasi sekarang ini kian tinggi.

"Antusiasme tinggi dari masyarakat, bahkan para lansia. Di awal-awal pada tahap kedua vaksinasi untuk lansia bahkan sempat terjadi kerumunan, antrean cukup panjang," kata Siti. 

Bila hoaks demikian terus beredar, dikhawatirkan terjadi kerumunan masyarakat di lokasi-lokasi vaksinasi Covid-19.

Padahal, lanjut Siti, cakupan vaksinasi Covid-19 pada lansia masih di bawah 10 persen.

"Dikhawatirkan terjadi kerumunan akibat hoaks. Sementara cakupan lansia saat ini masih di bawah 10 persen. Ini harus segera kita akselerasi untuk lansia itu bisa segera mendapatkan vaksinasi," ujar Siti.

Ikuti kami di
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas