Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Adian: Sinovac dan AstraZeneca Tidak Memungkinkan untuk Penderita Penyakit Jantung Seperti Saya

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menjalani proses vaksinasi menggunakan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebrot

Adian: Sinovac dan AstraZeneca Tidak Memungkinkan untuk Penderita Penyakit Jantung Seperti Saya
Tribunnews.com, Chaerul Umam
Adian Napitupulu 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Adian Napitupulu menjalani proses vaksinasi menggunakan vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Adian mengaku kedatangannya itu atas nama pribadi, bukan atas nama anggota Fraksi PDIP pun atas nama DPR RI.

"Saya kan bukan atas nama fraksi, bukan atas nama DPR RI. Saya harus mencari obat untuk orang yang punya penyakit jantung seperti saya," kata Adian di lokasi.

Diketahui, proses pertama dalam penggunaan vaksin gagasan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus itu adalah pengambilan sampel darah.

Setelah sel dendiritik dalam darah diolah selama tujuh hari, barulah vaksin disuntikkan ke dalam tubuh.

Hal itulah yang menjadi keyakinan Adian terhadap vaksin Nusantara.

Baca juga: Gatot Nurmantyo Ikut Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Nusantara

"Yang diambil dari sel darah kita sendiri, sehingga tidak unsur luar yang masuk. Menurut saya kita juga harus melihat orang-orang seperti saya memiliki penyakit jantung," ujarnya.

Berbeda dengan vaksin Sinovac dan AstraZeneca, lanjut Adian, terbukti memiliki efek samping terhadap orang yang mengidap penyakit jantung.

"Sinovac berapa orang sudah meninggal karena punya penyakit jantung. AstraZeneca dampaknya pengentalan darah dan itu musuhnya penyakit jantung. Lah terus saya pakai obat apa?," ucapnya.

Lebih lanjut, Adian tak ingin mempermasalahkan BPOM yang belum merestui vaksin Nusantara lanjut pada uji klinis fase II.

Baginya, kehadirannya tersebut ikhtiar untuk mencari vaksin Covid-19 yang cocok untuk dirinya.

"Orang mau pro kontra, saya harus cari obat untuk diri saya, bagaimanapun juga tubuh saya dan keluarga saya adalah tanggung jawab saya. Mau BPOM pro kontra segala macam, pro kontra saya enggak mau ikut campur di situ. Itu bukan wilayah yang harus kita pusingkan," ujar dia.

Ikuti kami di
Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas