Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Epidemiolog Sebut Indonesia Harus Belajar dari Australia: Ancam Penjarakan Pendatang dari India

Pengawasan ketat dan penerapan ketat aturan secara ketat akan menjamin situasi dalam negeri semakin terjaga dan kondusif

Epidemiolog Sebut Indonesia Harus Belajar dari Australia: Ancam Penjarakan Pendatang dari India
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman 

Laporan Wartawan Tribunnews.com Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Pemerintah Australia telah mengeluarkan kebijakan tegas terkait siapa pun yang berasal dari India dilarang untuk memasuki wilayah itu.

Aturan itu juga berlaku bagi warga negara Australia yang sedang melakukan perjalanan di India

Jika tetap nekat untuk pulang, maka mereka bisa menghadapi hukuman penjara selama lima tahun beserta denda.

Menurut Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman, aturan tersebut harusnya dicontoh oleh Indonesia.

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Australia adalah contoh bagaimana mencegah kasus virus impor secara serius. Tetap konsisten sejak awal menjadi buah manis dalam perjalanan pandemi Covid-19 bagi Australia.

Baca juga: Pemerintah Australia Ancam Penjarakan Warganya yang Nekat Kembali dari India

"Australia sudah melakukan persiapan sejak awal pandemi sehingga, jalan tahun kedua pandemi di Australia, aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan dan politik tidak terganggu. Situasi dalam negeri tetap aman," katanya pada Tribunnews, Selasa (4/5/2021).

Tentunya apa yang dilakukan oleh negara Kangguru ini bukanlah tanpa upaya. Perlu aturan keras, cepat, tepat, kuat dan konsisten.

Salah satunya yaitu memperketat pintu masuk negara tersebut baik dari jalur darat, laut dan udara.

Baca juga: Fakta Varian Corona Baru B.1.167 yang Sering Disebut Mutasi Ganda

Menurutnya, respon Australia dalam menangani penyebaran kasus Covid-19 sangat baik.

Bahkan pada Januari 2020, negara tersebut telah melakukan pelatihan penguatan sistim testing.

"Pengawasan ketat dan penerapan ketat aturan secara ketat akan menjamin situasi dalam negeri semakin terjaga dan kondusif.

Situasi dalam negeri juga dijaga dengan protokol kesehatan secara optimal dan konsisten," katanya lagi.

Ikuti kami di
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas