Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Ke Wisma Atlet, Pimpinan Komisi IX DPR Cek Kesiapan Skenario Terburuk Gelombang Kedua Covid-19

Charles Honoris meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dalam rangka menghadapi skenario terburuk penyeba

Ke Wisma Atlet, Pimpinan Komisi IX DPR Cek Kesiapan Skenario Terburuk Gelombang Kedua Covid-19
Tribunnews.com, Vincentius Jyestha
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meninjau kesiapan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, dalam rangka menghadapi skenario terburuk penyebaran virus corona dan segala bentuk variannya. 

Untuk diketahui, lonjakan penularan Covid-19 atau yang biasa disebut Gelombang Kedua sudah mulai terjadi di beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Filipina dan Singapura.

“Saya ingin hadir di tengah pahlawan-pahlawan kita di sini, para tenaga kesehatan yang sedang berjuang membawa Indonesia keluar dari pandemi, untuk mengecek kondisi nakes dan kesiapan fasilitas kesehatan rumah sakit darurat ini dalam menghadapi potensi kenaikan penyebaran Covid-19,” kata Charles, kepada wartawan, Rabu (5/5/2021). 

Hal itu dikatakan Charles di sela-sela kunjungan sekaligus memberi bantuan untuk para tenaga kesehatan di Media Center, RSDC Wisma Atlet, Kemayoran, Jakpus, Rabu (5/5). 

Charles diterima oleh Kapuskes TNI Mayjen Dr. drg. Tugas Ratmono dan Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Muhammad Arifin.

Soal potensi kenaikan penyebaran Covid-19, Charles menjelaskan hal itu bisa dilihat dari prakondisi yang terjadi di lapangan. Seperti masyarakat yang sudah mulai mengabaikan protokol kesehatan seperti di pusat-pusat perbelanjaan dan mobilitas warga yang tinggi menjelang libur Lebaran.

“Kita tidak ingin angka penularan naik. Tapi prakondisi kenaikan angka penularan itu kita lihat sudah terpenuhi. Pengabaian prokes dan pergerakan orang dalam jumlah besar. Bahkan menurut data Kemenhub 27 juta orang akan tetap mudik meski dilarang,” ujar Charles.

Baca juga: Pulang Wisata dari Bogor, 180 Warga di RW 28 Bonang Tangerang Positif Covid-19

Oleh karena itu, kata Charles, pemerintah agar konsisten dalam penerapan kebijakan larangan mudik. Terlebih di sejumlah provinsi seperti Sumut, Riau dan Sumsel angka keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate) sudah tinggi di atas 60 persen. 

“Oleh karena itu pemerintah harus mempersiapkan infrastruktur dan perangkat dalam menghadapi skenario terburuk dalam hal peningkatan angka penularan covid di Indonesia. Seperti peningkatan jumlah tempat tidur dan ICU Covid, suplai oksigen, dan sebagainya,” paparnya.

“Selain itu, pemerintah juga harus terus memperketat pintu-pintu masuk di perbatasan, dan juga pengetatan disiplin protokol imbuhnya.

Sementara itu, Kapuskes TNI Mayjen Dr. drg. Tugas Ratmono mengatakan kesiapan pihaknya salam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19

Meski, kata dia, angka keterisian tempat tidur per hari ini masih rendah yakni 22 persen, pihaknya menyatakan siap dalam menghadapi skenario terburuk.

“Ibarat tentara kalau berperang, kita ini udah posisi siap menembak,” kata Tugas.
 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas