Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

100 Ribu Tracer Covid-19 Disiapkan Hadapi Arus Balik Lebaran 2021

Sejumlah antisipasi dipersiapkan pemerintah, seperti mempersiapkan fasilitas tambahan tempat tidur rumah sakit, ruang ICU, serta ketersediaan oksigen.

100 Ribu Tracer Covid-19 Disiapkan Hadapi Arus Balik Lebaran 2021
Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi: Calon penumpang melakukan Rapid Test Antigen Covid-19 yang dilakukan acak oleh petugas stasiun dan nakes di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (16/5/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Akhir pekan ini diprediksi menjadi puncak arus balik lebaran 2021.

Sejumlah antisipasi dipersiapkan pemerintah, seperti mempersiapkan fasilitas tambahan tempat tidur rumah sakit, ruang ICU, serta ketersediaan oksigen.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga telah menambah jumlah pelacak (tracer) dari 5 ribu menjadi 100 ribu orang.

Hal itu disampaikan, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat wawancara langsung di acara Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Sabtu (15/5/2021).

"Mudah-mudahan ini akan bisa lebih mengefektifkan untuk mencegah terjadinya penyebaran varian baru yang sudah berada di Singapura, Malaysia, Filipina, dan mudah-mudahan tidak sampai seperti yang terjadi di negara yang sangat parah," ujar Muhajir.

Baca juga: Angka Kematian akibat Virus Corona di Jepang Naik 62 Persen Per Bulan

Ia mengatakan antisipasi dilakukan bukan hanya di DKI Jakarta.

Melainkan, di beberapa pusat kota termasuk masing-masing ibu kota provinsi.

"Ibu kota bukan satu-satunya. Ini semua sudah kita hitung termasuk ibukota di setiap provinsi yang nanti juga akan menjadi tujuan arus balik. Ini sudah kita hitung betul, mudah-mudahan nanti perhitungan kita mendekati benar," ujar mantan Mendikbud ini.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Minta Warga Bawa Surat Swab Tes Covid-19 Sebelum Kembali ke Jakarta

Muhadjir menyatakan pemerintah juga telah mengevaluasi terkait pelaksanaan kebijakan peniadaan mudik lebaran tahun ini.

Secara umum ia mengklaim kebijakan tersebut sudah bagus, termasuk penjagaan ketat jalur-jalur tikus dan mempelajari secara detail modus operandi mereka yang nekat mudik.

Baca juga: Warga AS Boleh Lepas Masker Jika Vaksinasi Covid-19 Lengkap, Ahli: Vaksin di Indonesia Berbeda

"Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100% tapi bukan berarti gagal sama sekali," ungkap Muhajir.

Berdasarkan data kepolisian pada tahun ini jumlah pemudik berkisar 1 juta orang.

Jumlah tersebut berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas