Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jokowi: Dirjen WHO Sampaikan Dampak di Tahun ke-2 Pandemi Lebih Mematikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato dalam acara Global Health Summit 2021 yang digelar secara virtual.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Jokowi: Dirjen WHO Sampaikan Dampak di Tahun ke-2 Pandemi Lebih Mematikan
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi: Tenaga kesehatan menyiapkan Vaksin Covid-19 AstraZeneca untuk disuntikkan kepada warga di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pinang Ranti 02 Pagi, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Kamis (20/5/2021). Vaksinasi tahap ketiga sudah dimulai di Jakarta menyasar 445 RW kumuh sesuai Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 90 Tahun 2018 tentang Peningkatan Kualitas Permukiman Dalam Rangka Penataan Kawasan Permukiman Terpadu dan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 66 Tahun 2020 tentang Persiapan Penyelenggaraan Vaksinasi Covid-19. Tribunnews/Herudin 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato dalam acara Global Health Summit 2021 yang digelar secara virtual.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa sejak pertemuan pemimpin negara-negara, 6 bulan yang lalu, belum ada tanda-tanda pandemi akan segera berakhir.

"Dokter Tedros Adhanom, Dirjen WHO menyampaikan bahwa pada tahun ke-2 Pandemi dampaknya bisa jauh lebih mematikan dibanding tahun pertama," kata Jokowi dalam video yang diunggah Youtube Sekretariat Presiden, Jumat, (21/5/2021).

Penyebabnya yakni munculnya varian-varian baru virus Covid-19 yang menjadi tantangan bagi dunia. Selain itu ada kesenjangan yang lebar diantara negara negara dalam memperoleh vaksin.

Disaat beberapa negara telah memulai melakukan vaksinasi kepada kelompok berisiko rendah yaitu anak-anak dan usia belia, Jokowi mengatakan suplai vaksin untuk negara berpenghasilan rendah hanya 0,3 persen.

"Kesenjangan itu sangat nyata, ketika 83 persen dosis vaksin global sudah diterima negara kaya, sementara negara berkembang hanya terima 17 persen untuk 47 persen populasi dunia," kata Jokowi.

Rekomendasi Untuk Anda

Kepala negara mengingatkan bahwa dunia baru akan pulih dari pandemi Covid-19 apabila semua negara benar benar aman dan pulih.

"No one is safe until everyone is. Saat ini tantangan akses vaksin yang adil dan merata bagi semua, masih sangat berat seperti masalah suplai pendanaan dan keengganan terhadap vaksin," pungkas Jokowi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas