Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Hasil Audit Mortalitas Satgas Covid-19: Mayoritas Pasien Meninggal Karena Gagal Nafas

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melakukan audit kasus kematian pasien Covid-19 di DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Hasil Audit Mortalitas Satgas Covid-19: Mayoritas Pasien Meninggal Karena Gagal Nafas
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi: Petugas medis saat akan membawa sejumlah warga yang diduga terpapar virus covid-19 menggunakan Bus Sekolah menuju ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (25/01/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melakukan audit kasus kematian pasien Covid-19 di DKI Jakarta dan Jawa Timur.

Audit dilakukan pada 10 RS rujukan dan 9 RS non-rujukan di DKI Jakarta, serta 14 RS Rujukan dan 7 RS non-rujukan di Jawa Timur, pada periode Maret hingga September 2020.

Anggota Subbidang Optimalisasi Fasilitas Kesehatan, Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, dr Lusi Syamsi mengatakan audit dilakukan dengan mengambil sampel karakteristik pasien, penyebab dasar pasien meninggal, serta berdasarkan sertifikat rekam medis.

"Untuk sertifikat kematian kita mengacu pada WHO. Jadi memang di situ ada komponen penyebab dasar Covid-19. Jadi kita ambil penyebab tidak langsung dan penyebab langsung," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang digelar BNPB, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Panglima TNI Tinjau Serbuan Vaksinasi Covid-19 Untuk Lansia dan Keluarga Besar TNI-Polri di Cilacap

Baca juga: Cerita Terry Putri Saat Terpapar Covid-19 dari Kakaknya, Ini Gejala yang Dialaminya

Ia mengatakan, penyebab langsung kematian rata-rata karena gagal nafas, baik itu gagal nafas oleh sindroma nafas akut yang mendadak, dengan penyebab tidak langsungnya adalah pneumonia.

"Hasilnya sama di dua 2 Provinsi baik DKI Jakarta dan Jawa Timur," ucapnya.

Selain gagal nafas, penyebab kematina lain didominasi infeksi berat.

Baca juga: Sembuh Usai Positif Covid-19, Tapi Indra Penciuman Belum Berfungsi, Ini Saran Dokter sebagai Solusi

Kemudian dari segi usia, banyak pasien usia 60 tahun di provinsi DKI Jakarta yang meninggal dunia.

"Dan provinsi Jawa Timur rerata hasilnya 46 sampai 59 tahun. Jadi memang lebih muda di Jawa Timur untuk kasus kematian," katanya.

Sementara, dari segi pekerjaan di DKI Jakarta mayoritas yang meninggal adalah mengurus rumah tangga sedangkan di Jawa Timur di RS rujukan didominasi para karyawan.

Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas