Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Di Tubuh Wanita Ini Virus Covid-19 Bermutasi 32 Kali Selama 216 Hari

Seorang wanita berumur 36 tahun dengan kondisi tubuh positif HIV membawa virus Corona selama 216 hari.

Di Tubuh Wanita Ini Virus Covid-19 Bermutasi 32 Kali Selama 216 Hari
CNN.COM
Virus Corona 

TRIBUNNEWS.COM, CAPE TOWN- Seorang wanita berumur 36 tahun dengan kondisi tubuh positif HIV membawa virus Corona selama 216 hari.

Dan saat virus Corona ada di dalam tubuhnya, tercatat virus itu bermutasi lebih dari 30 kali.

Dilansir dari South China Morning Post dari Business Insider, laporan kasus janggal ini telah dipublikasikan sebagai pra-cetak di jurnal medRxiv Kamis kemarin.

Varian terbaru virus corona, lebih baru dari varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan, ditemukan di Jepang 2 Januari 2021.
Varian terbaru virus corona, lebih baru dari varian yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan, ditemukan di Jepang 2 Januari 2021. (Foto Niaidrml)

Wanita yang namanya dirahasiakan ini hanya disebut berusia 36 tahun tinggal di Afrika Selatan.

Virus Corona mengumpulkan 13 mutasi di protein lonjakannya, yang menjadi protein yang digunakan virus untuk menghindari respon kekebalan tubuh.

Selanjutnya 19 mutasi lain yang dapat mengubah perilaku virus juga ditemukan dalam tubuh wanita tersebut.

Total ada 32 mutasi yang dihasilkan virus Corona yang ada di tubuh wanita itu saja.

Masih tidak jelas apakah mutasi yang ia bawa sudah ditularkan ke orang lain.

Dan jika lebih banyak kasus serupa ditemukan, ada kemungkinan jika infeksi HIV dapat menjadi sumber varian baru karena pasien dapat menjadi inang virus dalam waktu yang lebih lama, seperti dikatakan ahli genetik di Universitas KwaZulu-Natal di Durban, Tulio de Oliveira.

Namun, kasus ini bisa jadi pengecualian daripada aturan untuk orang yang hidup dengan HIV, karena infeksi berkepanjangan terjadi dalam keadaan immunocompromise atau melemahnya sistem kekebalan tubuh manusia, seperti dikatakan oleh Dr Juan Ambrosini, profesor penyakit menular di University of Barcelona.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: Muhammad Barir
Sumber: Intisari
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas