Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Menko PMK: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Mengubah Paradigma Masyarakat

Muhadjir Effendy mengatakan pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk mengubah paradigma masyarakat.

Menko PMK: Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Mengubah Paradigma Masyarakat
TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy di Graha BNPB, Matraman, Jakarta, Senin (2/2/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pandemi Covid-19 dapat menjadi momentum untuk mengubah paradigma masyarakat.

Selain mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan juga dapat membentuk karakter terutama jiwa kedisiplinan.

"Dalam suasana prihatin Covid-19, sudah banyak sekali perilaku positif seperti mengubah paradigma," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Selasa (22/6/2021).

Ia mengatakan budaya dan karakter sangat melekat pada diri manusia.

Pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan selama pandemi Covid-19, menurutnya, dapat terbentuk menjadi sebuah karakter.

Karena itulah dalam prosesnya pembangunan manusia dan kebudayaan itu menjadi satu kesatuan.

Baca juga: Jenazah Korban Covid-19 yang Dimakamkan TPU Padurenan Bekasi Meningkat 100 Persen

"Memang masih ada di lapangan yang tidak disiplin prokes (protokol kesehatan), tidak mau taat peraturan, protes, itu perlu waktu," ujar Muhadjir.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut perubahan paradigma dan pembentukan karakter perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat.

Hal tersebut dilalukan melalui pendekatan kesadaran ataupun pendekatan secara coercive atau paksaan.

Namun demikian, menurutnya, pendekatan kesadaran akan jauh lebih efektif untuk diterapkan di lingkungan masyarakat Tanah Air.

Baca juga: Sebelum Meninggal karena Covid-19, Tepeng Vokalis Steven & Coconut Treez, Sempat Pamit ke Anak Istri

Meskipun tak dimungkiri, kadangkala pendekatan coercive juga perlu dilakukan untuk lebih mempertegas.

"Yang bagus itu penyadaran, tapi dua-duanya tentu harus beriringan. Adakalanya pendekatan coercive juga perlu, masyarakat harus ditegasi dulu agar bisa menumbuhkan kesadaran," kata Muhadjir.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas