Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Wapres Ma'ruf Amin: Sebagian Masyarakat Tak Percaya Covid-19 Karena Terpengaruh Teori Konspirasi

Maruf Amin mencontohkan orang yang tak percaya Covid-19 hanya karena terpengaruh teori-teori konspirasi yang muncul di media sosial.

Wapres Ma'ruf Amin: Sebagian Masyarakat Tak Percaya Covid-19 Karena Terpengaruh Teori Konspirasi
BPMI Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin menekankan pentingnya mencari solusi bagi korban dunia digital.

Dia mencontohkan orang yang tak percaya Covid-19 hanya karena terpengaruh teori-teori konspirasi yang muncul di media sosial.

Baginya, yang perlu mendapatkan perhatian serius adalah disrupsi yang ditimbulkan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi berbasis digital.

Disrupsi inilah, yang menurut Wapres, mengubah aspek kehidupan masyarakat, baik dalam cara berkomunikasi, bertransaksi, dan bahkan dalam cara berdakwah.

"Sebagai akibatnya kita menyaksikan banyak kalangan yang menjadi korban seperti ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap pandemi Covid-19 karena terpengaruh provokasi teori konspirasi," kata Maruf Amin ketika menghadiri acara Pelantikan Pengurus Besar Mathla’ul Anwar dan Muslimat Mathla’ul Anwar Masa Khidmat 2021-2026, melalui konferensi video, Jumat (25/6/2021).

Wapres mengharapkan agar Pengurus Besar Mathla’ul Anwar dapat menyumbangkan terobosan baru dalam pemikiran dan tindakan mengatasinya.

Baca juga: Wakil Ketua MPR RI: Ledakan Kasus Covid-19 Harus Dihadapi dengan Langkah Luar Biasa

Wapres pun mengimbau agar Mathla’ul Anwar terus mengembangkan dakwah wasathy atau Islam moderat, yang menebar simpati, selain tentu juga menyampaikan amar ma'ruf bil ma'ruf, nahi munkar, bighoiri munkar yang artinya mengajak kebaikan dengan kebaikan, mencegah kemungkaran tanpa kemungkaran.

“Lanjutkan ajaran dan moderasi beragama, sebagai ikhtiar berkelanjutan untuk menghindarkan generasi penerus kita dari faham-faham ekstrim dan radikal,” katanya.

Wapres berharap Mathla’ul Anwar bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dapat terus bersinergi dan mendedikasikan karya dan kreasinya untuk kemajuan bangsa menuju Indonesia Maju, terutama di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Baca juga: Polda Metro Jaya Sediakan Ambulans untuk Evakuasi Warga Terpapar Covid-19

“Keberhasilan kita dalam mengatasi pandemi dan memutus rantai penularan Covid-19 merupakan penentu keberhasilan upaya pemulihan ekonomi. Oleh karena itu jangan pernah abai atau lalai menerapkan protokol kesehatan, mematuhi PPKM dan melaksanakan vaksinasi,” katanya.

“Saya yakin Mathla’ul Anwar akan terus memberikan teladan dalam pendidikan yang melahirkan sumber daya manusia inovatif, produktif, kompetitif, berintegritas, berwawasan kebangsaan dan berakhlak mulia,” ujarnya.

Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas