Tribun

Virus Corona

Dalam Waktu Kurang dari Sebulan, Dinas LH DKI Angkut 17,8 Ton Limbah Medis dari 5 Lokasi Isolasi

Adapun untuk pengangkutannya, Dinas LH DKI Jakarta bekerjasama dengan pihak ketiga yang sudah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Dalam Waktu Kurang dari Sebulan, Dinas LH DKI Angkut 17,8 Ton Limbah Medis dari 5 Lokasi Isolasi
Tribunnews/Jeprima
Petugas merapikan tumpukan kantong sampah plastik kuning yang menumpuk di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021). Sejumlah petugas berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap tiap hari mengumpulkan kantong plastik berwarna kuning yang menumpuk berisikan APD bekas pakai, kardus makanan, dan sejumlah barang pasien yang sudah tidak terpakai. Kemudian tumpukan limbah itu disimpan di ruang khusus Tower 7 RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Sekali angkut, RSD Wisma Atlet bisa mengangkut 2 ton limbah medis corona. Dalam sehari petugas dapat mengangkut 3 kali yaitu pagi, siang, dan malam hari. Tribunnews/Jeprima 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta sejak 10 Juni hingga awal bulan Juli 2021, telah menangani 17.883 kilogram alias 17,8 ton limbah medis, yang dikumpulkan dari lima lokasi isolasi.

Tumpukan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) tersebut diangkut dari Graha Wisata TMII, Graha Wisata Ragunan, Rusun Nagrak, Cik’s Mansion, Lembaga PMP dan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari.

Jenis limbah medis yang diangkut meliputi masker, sarung tangan, dan alat pelindung diri (APD), serta limbah infeksius lainnya.

"Kami sediakan sarana dan prasarana berupa kantong plastik kuning dan wadah khusus limbah B3 medis seperti freezer box, dust bin atau tong bin," ungkap Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Syaripudin dalam keterangannya, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Pemerintah Pastikan Kelancaran Logistik Truk Pengangkut Tabung Oksigen Medis

Ia menjelaskan sampah atau limbah yang asalnya dari kegiatan di wilayah zona merah masuk dalam kategori limbah infeksius.

Termasuk di dalamnya, sisa makanan, minuman, hingga kemasan bekas yang tersentuh pasien kasus Covid-19.

Adapun untuk pengangkutannya, Dinas LH DKI Jakarta bekerjasama dengan pihak ketiga yang sudah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Sampah atau limbah dari semua kegiatan yang berada di zona merah itu jadi limbah infeksius, termasuk, sisa makanan, minuman, kemasan-kemasan bekas yang sudah tersentuh pasien," jelas dia.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas