Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Penanganan Covid

Ketum Partai Gelora Imbau Pemerintah Beri Ruang Saintifik untuk Bantu Hadapi Varian Baru Covid-19

Ketua umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta minta pemerintah untuk memberi ruang saintifik untuk bantu hadapi pandemi Covid-19

Ketum Partai Gelora Imbau Pemerintah Beri Ruang Saintifik untuk Bantu Hadapi Varian Baru Covid-19
Capture Video
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Anis Matta meminta pemerintah untuk memberi ruang yang lebih besar kepada para saintifik dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Mengingat, saat ini virus Covid-19 terus memberikan kejutan varian-varian baru yang dimungkinkan lebih ganas dan mematikan.

Anis berharap para saintifik dapat memberikan panduan (guidance) kepada negara maupun publik, bagaimana cara tepat menghadapi pandemi Covid-19 ini. 

Sehingga negara dapat memiliki pandangan lain dalam mengambil keputusan. 

“Kita saat ini menghadapi ketidaktahuan, kita mendapatkan kejutan-kejutan baru Covid-19. Di sinilah perlunya ada guidance dari para saintifik, yang sekaligus berfungsi melawan disinformasi informasi."

“Para saintifik dapat berpartisipasi dengan memberikan guidance kepada publik tentang semua kejutan-kejutan baru yang kita saksikan setiap hari ini," kata Anis Matta dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (7/7/2021).

Baca juga: Waspada, Virus Corona Varian Delta Rambah 9 Provinsi di Luar Jawa, Ini Rinciannya

Baca juga: Kantornya Disidak Anies, PT Equity Life Indonesia Tegaskan Sudah Patuhi Regulasi PPKM Darurat

Hal itu, Menurut Anis, dilakukan untuk menjaga ‘public mood’ dan daya tahan masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir.  

Menanggapi hal itu, Pakar Epidemiologi Kesehatan UI, Dr.dr.Helda, M.Kes mengatakan, para ahli epidemiologi sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan pemerintah dan masyarakat mengenai pandemi Covid-19 untuk belajar dari berbagai kasus pandemi sejak tahun 1854 lalu. 

Namun, Helda mengatakan pihaknya tidak dapat berbuat lebih banyak, mengingat pemerintah mengambil kebijakannya lain.

“Kita sudah persiapkan bagaimana pengendalian penyakit ini, sebelum ada varian dari India. Banyak Mahasiswa kita di daerah sudah bersiap-siap untuk mengendalikan apabila akses bandara dan pelabuhan ditutup. Tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena kebijakannya lain,” kata Helda. 

Halaman
123
Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas