Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Luhut Sebut Penurunan Mobilitas Jadi Senjata Landaikan Laju Penularan Covid-19

Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan penurunan mobilitas menjadi senjata untuk menekan laju penularan Covid-19.

Luhut Sebut Penurunan Mobilitas Jadi Senjata Landaikan Laju Penularan Covid-19
Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Menko Marinves Luhut Pandjaitan dalam konferensi persnya secara virtual, Selasa (6/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan penurunan mobilitas menjadi senjata untuk menekan laju penularan Covid-19.

Hal tersebut disampaikannya dalam keterangan pers setelah menghadiri Rapat Terbatas mengenai Penanganan Pandemi Covid-19 yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), secara virtual, Selasa (6/7/2021).

"Menurut analisis kami, dibutuhkan penurunan mobilitas minimal 30 persen, dan ini sudah saya brief ke semua teman-teman polisi maupun TNI, para gubernur, dan para bupati, wali kota," ujar Luhut, dikutip dari Setkab.go.id.

Bahkan, Luhut menambahkan, dalam menghadapi Covid-19 varian Delta yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi, mobilitas masyarakat perlu ditekan hingga 50 persen.

"Kita berharap kalau bisa dalam minggu ini kita sudah dekat 50 persen."

Hari ke-5 pemberlakukan PPKM Darurat, petugas gabungan dari TNI-Polri masih menutup jalan menuju Jakarta dari Depok, tepatnya di Jalan Lenteng Agung Jakarta, Rabu (7/7/2021).
Hari ke-5 pemberlakukan PPKM Darurat, petugas gabungan dari TNI-Polri masih menutup jalan menuju Jakarta dari Depok, tepatnya di Jalan Lenteng Agung Jakarta, Rabu (7/7/2021). (Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda)

Baca juga: Pemerintah Minta 43 Daerah Tingkatkan Testing-Tracing Sesuai Target di Instruksi Mendagri

"Saya kira minggu depan kita akan mulai melihat flattening, kemudian kita akan melihat secara perlahan dia (kurva Covid-19) mulai menurun," ujarnya.

Luhut menegaskan, pemerintah terus memonitor mobilitas masyarakat melalui indeks mobilitas dan data cahaya malam (night-light).

Khususnya pada masa implementasi Pemberlakukan Pembatasan Kebijakan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali yang mulai berlaku sejak 3 Juli ini.

"Kita juga sudah menyiapkan metodologi monitoring PPKM Darurat melalui indeks mobilitas dan cahaya malam."

"Kita engage Facebook Mobility dan Google Traffic serta cahaya malam dengan NASA. Jadi dengan begitu kita bisa melihat pelaksanaan daripada PPKM ini apakah dilaksanakan dengan baik," ujarnya.

Baca juga: Respons Airlangga Soal Kemungkinan Memberlakukan PPKM Darurat Terhadap Daerah di Luar Jawa-Bali

Halaman
1234
Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Tiara Shelavie
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas