Tribun

Virus Corona

Selama PPKM Darurat, Dokter Gigi Diimbau Tak Buka Praktek, Kecuali untuk Kasus Eemrgency

PDGI) mengimbau agar seluruh dokter gigi di Indonesia menutup tempat praktik sementara selama masa PPKM Darurat.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in Selama PPKM Darurat, Dokter Gigi Diimbau Tak Buka Praktek, Kecuali untuk Kasus Eemrgency
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO
Selama PPKM Darurat, Dokter Gigi Diimbau Tak Buka Praktek, Kecuali untuk Kasus Eemrgency TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) mengimbau agar seluruh dokter gigi di Indonesia menutup tempat praktik sementara selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Meski demikian, dokter gigi tetap bisa menangani kasus dalam kategori darurat atau emergency.

Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor 4072/PB/PDGI/VII-2/2021 yang ditandatangani oleh Ketua Umum Pengurus Besar PDGI Sri Hananto Seno pada 3 Juli 2021.

"Melalul PDGI Pengurus Cabang se-Indoneslia, bersama ini PB PDGI menghimbau kepada seluruh Anggota PDGl untuk sementara tidak membuka praktek dokter gigi," tulis keterangan resmi yang diterima Rabu (7/7/2021).

Ditegaskan imbauan tersebut, dokter gigi tetap dapat untuk membuka prateknya untuk kasus urgen.

Owner CS Dental Aesthetic Clinic dan CAD/CAM Dental Laboratory, drg Cindy Callista Saconk biasa disapa drg Cindy Saconk mengatakan salah satu penyakit yang umum dialami masyarakat adalah sakit gigi. Namun, dimasa pandemi covid-19, masyarakat diimbau tetap berada di rumah dan keluar hanya dalam keadaan darurat, termasuk untuk ke dokter gigi, pasien disarankan sebaiknya datang ke dokter gigi untuk tindakan emergency saja jelasnya, Minggu (11/10/2020) di Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO
Owner CS Dental Aesthetic Clinic dan CAD/CAM Dental Laboratory, drg Cindy Callista Saconk biasa disapa drg Cindy Saconk mengatakan salah satu penyakit yang umum dialami masyarakat adalah sakit gigi. Namun, dimasa pandemi covid-19, masyarakat diimbau tetap berada di rumah dan keluar hanya dalam keadaan darurat, termasuk untuk ke dokter gigi, pasien disarankan sebaiknya datang ke dokter gigi untuk tindakan emergency saja jelasnya, Minggu (11/10/2020) di Jakarta. TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO (TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/IST/FX ISMANTO)

Namun dilatarbelakangi peningkatan kasus COVID-19 yang semakin tinggi di Indonesia, penanganan kasus yang tidak urgen dapat dilakukan melalui telemedisin.

"Bagi dokter gigi yang tetap membuka praktek hanya melayani kasus-kasus darurat (emergency dengan mengqunakan APD level 3)," lanjut keterangan itu.

Baca juga: 4 Tanda Menyikat Gigi Terlalu Keras, di Antaranya Gigi Jadi Terlalu Sensitif

Baca juga: Cara Alami Lakukan Pertolongan Pertama Redakan Gigi Sensitif, Bisa Pakai Pala dan Kayu Manis

Adapun kasus emergency atau urgen disebutkan Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Dr drg RM Sri Hananto Seno, SpBM(K), MM beberapa waktu lalu adalah sakit gigi yang berujung pembengkakan sehingga sulit menelan atau mengnuyah.

Pendarahan yang tak berhenti, gigi patah, maupun gigi yang harus dicabut agar tidak menimbulkan infeksi.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas