Varian Delta Diduga Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19 di Pulau Jawa
Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebut, kondisi lonjakan kasus Covid-19 usai Lebaran luar biasa, jika dibanding kondisi
Penulis:
Rina Ayu Panca Rini
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi menyebut, kondisi lonjakan kasus Covid-19 usai Lebaran luar biasa, jika dibanding kondisi saat Desember - Januari.
"Jadi luar biasa ya sekarang kita bahkan angka tertinggi itu bisa mencapai 28 - 30 ribu kasus terkonfirmasi dalam sehari," ujar Nadia dalam diskusi FM9 virtual, Rabu (7/7/2021).
Menurutnya, lonjakan drastis yang kini terjadi ditenggarai karena adanya varian Delta yang diketahui memiliki sifat 6-7 kali lebih menular dari varian asli COVID-19.
"Kemungkinan besar adalah varian Delta yang sangat berpengaruh ya karena kalau kita melihat sampai dengan saat ini, memang varian yang kita temukan di Indonesia sudah ditemukan 553 varian of concern dan variant of Interest," jelasnya.
Perempuan berhijab ini melanjutkan, khusua varian Delta yang telah dikategorikan sebagai VoC oleh WHO, penyebarannya telah merata di pulau Jawa.
Baca juga: IDI : Varian Delta Merajai Kasus Lonjakan Covid-19 di Indonesia
"Varian Delta ini terlihat sekali mendominasi ya terutama di Pulau Jawa Kalau kita melihat sampai saat ini dari 553 sequences dari VoC itu 436 yaitu adalah varian Delta," ungkap Nadia.
Sebagai salah satu upaya untuk mengendalikan laju penularan adalah melakukan akselerasi vaksinasi, karena semakin banyak orang yang terinfeksi atau tertular semakin berpotensi untuk bermunculan varian-varian baru ini.
"Oleh sebab itu vaksinasi harus segera diperluas dan diperbanyak makanya kemudian kita 1 juta vaksinasi di bulan Juli ini dan juga nanti di bulan Agustus dinaikan lagi," ujarnya.