Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

World Bank Sebut Turun Kelas, Indonesia Harus Jaga Peringkat Investasi Agar Tak Turun

Eddy Soeparno mengatakan peristiwa itu memang tidak terelakkan akibat pertumbuhan ekonomi yang negatif imbas pandemi Covid-19. 

World Bank Sebut Turun Kelas, Indonesia Harus Jaga Peringkat Investasi Agar Tak Turun
Tribunnews/JEPRIMA
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno saat memberikan paparan dalam Refleksi Akhir Tahun DPP PAN di kawasan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (30/12/2020). PAN menyatakan dukungannya terhadap pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19, salah satunya dengan pemberian vaksin secara gratis kepada masyarakat dan memproduksi vaksin secara mandiri, serta mendorong pemerintah untuk melanjutkan dan meningkatkan program subsidi pada 2021 untuk membantu masyarakat dalam bangkit dari krisis ekonomi saat pandemi. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - World Bank mengungkap bahwa Indonesia turun kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income country), dari sebelumnya negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country). 

Terkait hal itu, Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengatakan peristiwa itu memang tidak terelakkan akibat pertumbuhan ekonomi yang negatif imbas pandemi Covid-19

"Menurut hemat kami itu sebuah peristiwa atau kejadian yang tidak terelakkan, karena bagaimanapun juga dengan pertumbuhan ekonomi yang negatif selama beberapa kuartal belakangan ini. Tentu Gross National Income secara keseluruhan menurun, sehingga memang sudah menembus dibawah $4.000," ujar Eddy, ketika dihubungi Tribunnews.com, Sabtu (10/7/2021). 

Menurut Eddy, peristiwa ini merupakan sebuah catatan penting yang perlu disikapi oleh pemerintah meski tidak diharapkan. Sebab bagaimanapun juga Indonesia telah menjadi negara dengan pendapatan menengah-rendah. 

Akan tetapi, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini mengingatkan tidak hanya Indonesia yang mengalami kejadian ini. 

"Negara -negara lainnya pun mengalami penurunan dari aspek kinerja, karena seluruh sendi-sendi perekonomian negaranya terdampak Covid-19," jelasnya. 

Yang terpenting dalam kejadian ini, lanjut Eddy, pemerintah wajib melakukan atau menjaga dua hal. 

Pertama, pemerintah harus menjaga supaya peringkat investasi Indonesia tidak turun. Apalagi saat ini, Indonesia sudah masuk dalam kategori 'investment grade' oleh S&P dan oleh Moody's. 

Baca juga: Indonesia Jadi Negara Berpendapatan Menengah Bawah, Pengamat : Tak Mengejutkan

"Dan itu tidak boleh turun, karena surat utang Indonesia yang ada di luar negeri itu pasti akan mengalami kenaikan bunga yang ujung-ujungnya semakin membebani kita," kata Eddy. 

Kedua, Eddy menyebut pemerintah harus secara cepat memperbaiki Gross National Income, supaya Indonesia bisa kembali di atas $4.000 ketika kondisi ekonomi rebound pasca kondisi pandemi ini mereda. 

"Jadi kita harus bekerja ekstra keras supaya menumbuhkan perekonomi ini kembali dalam waktu singkat. Namun prasyarat tumbuhnya ekonomi ke depannya ada di penanganan penyebaran Covid-19 dan percepatan vaksinasi massal," tandasnya. 
 

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas