Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Kapolri Pahami Kebijakan PPKM Darurat Buat Masyarakat Tidak Nyaman

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memahami kebijakan PPKM Darurat membuat masyarakat tidak nyaman.

Kapolri Pahami Kebijakan PPKM Darurat Buat Masyarakat Tidak Nyaman
Kompas.com/Sonya Teresa
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memahami kebijakan PPKM Darurat membuat masyarakat tidak nyaman.

Namun, keputusan ini diambil untuk menjaga keselamatan masyarakat Indonesia.

"Sekali lagi apa yang kita lakukan pasti membuat masyarakat tidak nyaman, tapi ini semua kita lakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat agar tidak terpapar dengan laju pertumbuhan Covid yang sangat tinggi. Mari kita sama-sama jaga kesehatan jaga keluarga, kita ikuti aturan, ikuti prokes dan ikuti PPKM Darurat," kata Sigit dalam keterangannya, Jumat (16/7/2021).

Ia mengingatkan masyarakat bahwa penyekatan dilakukan untuk menekan laju pertumbuhan virus corona yang belakangan meningkat.

Hal itu juga dilakukan guna melindungi keselamatan masyarakat dari penyebaran Covid-19.

Baca juga: Luhut Bicara soal Perpanjangan PPKM Darurat serta Skenario Terburuk jika Kasus Covid Tembus 100 Ribu

"Apabila nanti laju pertumbuhan Covid bisa kita kelola kemudian sudah kita minta vaksinasi digencarkan maka akan terjadi satu titik dimana perlahan-lahan kegiatan ini akan kami kendorkan. Sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas," katanya.

Sigit pun mencatat adanya penurunan mobilitas masyarakat selama pemberlakukan PPKM Darurat.

Salah satunya terlihat saat dirinya memantau gerbang tol Pasteur, Jawa Barat.

"Dilaporkan tadi bahwa terjadi penurunan terkait mobilitas masyarakat yang melintas dari Pasteur minggu pertama turun kurang lebih 23 persen dan minggu kedua kurang lebih 20 persen," jelasnya.

Baca juga: Tolak Wacana Perpanjangan PPKM Darurat, Didi Riyadi Kirim Surat Terbuka ke Jokowi & Beri Solusi Ini

Dengan adanya penurunan mobilitas itu, Sigit menyampaikan penghargaan kepada seluruh masyarakat karena menaati dan memahami penerapan PPKM Darurat.

"Sekali lagi saya terima kasih kepada masyarakat terkait pemahaman dan kepatuhannya terhadap peraturan PPKM Darurat dimana angkanya terus berkurang mohon untuk dipertahankan," jelasnya.

Menurut Sigit, penurunan mobilitas dikarenakan faktor masyarakat telah memahami ketentuan soal kritikal, esensial dan non-esensial.

Baca juga: Dukung PPKM Darurat, Ruas Tol Layang MBZ Akan Ditutup Sementara Dini Hari Nanti

Sehingga, dalam perjalanannya sudah tidak adalagi polemik terkait dengan penyekatan tersebut.

"Terkait dengan polemik dilapangan juga hampir tak ada karena masyarakat sangat paham karena hal ini saya kira sangat bagus. Tentunya saya minta untuk rekan-rekan media terus membantu mensosialisasikan terkait apa yang dimaksud sektor kritikal dan esensial dan non-esensial supaya masyarakat mengenal betul," katanya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas