Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Tingkat Vaksinasi Indonesia Termasuk Rendah di Dunia, Baru 6 Persen dari Seluruh Populasi RI

Halida pun menilai peluncuran vaksinasi di negara ini terbilang sangat lamban di awal. Hal tersebut juga terjadi dikarenakan berbagai faktor. 

Tingkat Vaksinasi Indonesia Termasuk Rendah di Dunia, Baru 6 Persen dari Seluruh Populasi RI
AFP/Freepik
Ilustrasi vaksin Pfizer Vaksin Covid-19 dari Pfizer. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) menggelar webinar bertajuk 'Program Vaksinasi Covid-19 dan Keberpihakannya bagi Kelompok Rentan', Senin (19/7/2021). 

Dalam kesempatan itu, Research Manager PT. Kalbe Farma Tbk sekaligus Research Fellow INFID Halida P. Widyastuti menyoroti masuknya Indonesia dalam kategori tingkat vaksinasi paling rendah di dunia. 

Halida mengatakan hingga saat ini baru sekitar 15 juta penduduk Indonesia yang telah menerima dosis vaksin penuh atau dua dosis vaksin (dua kali suntik vaksin Covid-19). 

Sementara jika digabungkan dengan penduduk yang baru menerima dosis vaksin pertama, maka total Indonesia baru memberikan sekitar 30-an juta lebih dosis vaksinasi kepada masyarakat.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Pelajar di BSD, Kepala BIN: Vaksin Menyelamatkan Diri Sendiri dan Orang Lain

"Ini bisa diartikan sebagai hanya sekitar 6 persen dari populasi Indonesia yang sudah menerima dosis vaksin penuh. Ini juga adalah salah satu tingkat vaksinasi paling rendah di dunia, vaksinasi di Indonesia ini," ujar Halida, dalam webinar yang juga disiarkan melalui YouTube, Senin (19/7/2021). 

Halida pun menilai peluncuran vaksinasi di negara ini terbilang sangat lamban di awal. Hal tersebut juga terjadi dikarenakan berbagai faktor. 

Antara lain seperti keharusan Indonesia untuk mengimpor vaksin termasuk bahan-bahan bakunya, kemudian produksi vaksin secara massal, hingga kekurangan infrastruktur untuk mendistribusikan vaksin.

Baca juga: Guspardi Apresiasi Keputusan Pemerintah Batalkan Vaksin Berbayar

Kemudian, kendala lainnya disebut Halida adalah banyak orang yang mau divaksin tapi kebingungan tentang langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan sebelum bisa mendaftar untuk pemberian vaksin. 

"Basically birokrasinya berbelit-belit, belum lagi masih ada sebagian besar dari masyarakat kita yang ragu-ragu untuk menerima vaksin dengan berbagai macam alasannya," tandasnya. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas