Tribun

Menko PMK: Pandemi Covid-19 Berpengaruh Terhadap Kenaikan Angka Kemiskinan 

Program perlindungan sosial akan dapat berkontribusi menurunkan angka kemiskinan periode berikutnya

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Menko PMK: Pandemi Covid-19 Berpengaruh Terhadap Kenaikan Angka Kemiskinan 
Kompas TV
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada bulan Maret 2021, angka kemiskinan Indonesia sebesar 10,14 persen dengan jumlah penduduk miskin saat ini 27,54 juta orang.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap angka kemiskinan di Indonesia. 

Muhadjir berharap program perlindungan sosial akan dapat berkontribusi menurunkan angka kemiskinan periode berikutnya.

"Covid-19 ini memiliki pengaruh terhadap kenaikan kemiskinan. Namun demikian, pemerintah juga telah menyediakan berbagai program jaring pengaman sosial dalam melindungi masyarakat agar tidak menjadi miskin," ujar Muhadjir melalui keterangan tertulis, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Didi Riyadi Tak Menyangka Surat Terbukanya untuk Joko Widodo Menuai Pro dan Kontra di Masyarakat

Dirinya mengatakan bahwa pemerintah telah berhasil menurunkan persentase angka kemiskinan sebesar 9,22 persen pada September 2019. 

Namun akibat pandemi Covid-19, persentase angka kemiskinan saat ini naik di atas 10 persen. 

Menurut Muhadjir, berbagai program selama pandemi Covid-19 yang telah disediakan pemerintah juga perlu dievaluasi terutama kaitannya dengan kontribusi dalam menurunkan kemiskinan. 

Antara lain, mengenai sasaran Keluarga Penerima Manfaat (KPM), jadwal penyaluran, termasuk distribusi di daerahnya agar tidak hanya menyasar masyarakat terdampak Covid-19 tetapi juga yang menjadi target survei oleh BPS.

"Berbagai program pemerintah yang tersebar di kementerian dan penganggaran oleh APBD agar dapat dioptimalkan sekaligus disinergikan sehingga memiliki daya ungkit yang besar dalam penurunan angka kemiskinan," pungkas Muhadjir. 

Seperti diketahui, pada September 2021, BPS akan kembali melakukan penghitungan kemiskinan. 

Dengan memperhatikan beberapa variabel yang menjadi pertanyaan dalam survei tersebut, diharapkan angka kemiskinan pada periode mendatang dapat berkurang signifikan.
 

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas