Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Tips Membaca Laporan Harian Covid-19 Agar Tak Salah Tafsir

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama membagikan tips membaca data Covid-19.

Tips Membaca Laporan Harian Covid-19 Agar Tak Salah Tafsir
freepik.com
Ilustrasi Covid-19. Berikut tips membaca data harian Covid-19 agar tak salah tafsir. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pandemi Covid-19 masih menyelimuti Indonesia bahkan dunia.

Bersamaan dengan itu, ada baiknya selalu meng-update informasi seputar perkembangan dan penyebaran virus Corona.

Misalnya menyaksikan laporan resmi pemerintah melalui Satgas Covid-19 yang disiarkan secara virtual setiap hari.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama dalam Talkshow virtual bersama Tribunnews.com, Jumat (23/7/2021) memberikan sejumlah tips untuk masyarakat agar tidak salah tafsir dalam menerima informasi terkait Covid-19.

"Jadi ada empat yang harus kita lihat dalam menilai laporan perkembangan Covid-19 di hari itu. Jadi tidak bisa hanya melihat jumlah kasus lalu dikatakan menurun jika tidak melihat berapa jumlah tes yang dilakukan hari itu, " ujarnya.

Pertama, membaca dengan seksama kasus baru yang diumumkan misalnya 30 ribu atau 40 ribu kasus dalam satu hari itu.

Baca juga: UPDATE Sebaran Corona 23 Juli 2021, Tambah 49.071 Kasus di 34 Provinsi: Jawa Barat Tertinggi

"Jumlah kasus baru harus disandingkan dengan berapa tes yang dilakukan. Waktu itu kita pernah kasus sehari 58 ribu tapi lihat tesnya sehari 180 ribu. Kita lihat saja apakah angka lebih besar atau lebih sediki," jelas mantan direktur WHO Asia Tenggara ini.

Kedua, melihat jumlah tes yang dilakukan pada hari itu.

Ketiga ini yang sangat penting yaitu positivity rate atau angka penularan.

"Kenapa? Karena positivity rate itu yang menunjukkan sekarang sedang banyak penularan di masyarakat atau tidak.

Baca juga: BREAKING NEWS Update Corona 23 Juli 2021: 49.071 Kasus Baru, 1.566 Kematian Harian

Kalau angka kita 30 persen, kalau pakai PCR 40 persen kemarin itu artinya penularan di masyarakat lagi tinggi-tingginya. Di dunia tidak ada 30 persen jarang sekali," ungkapnya.

Keempat adalah menyajikan jumlah kasus hang meninggal.

Jika jumlah kasus positif itu 50 ribu, 40 ribu, atau 30 ribu itu kan orang yang sakit dan bisa sembuh dengan mudah.

"Tapi kalau sudah meninggal mau satu orang pun itu sudah meninggal tidak bisa kembali lagi. Jadi kalau ada 1.400 orang yang meninggal itu indikator yang sangat menyedihkan sebenarnya," imbuhnya.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas