Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Banyak Informasi Soal Vaksin Pakai Virus Hidup, Ahli Imunologi: Virusnya Sudah Dimatikan

Sampai saat ini masih banyak kepercayaan dan informasi di media sosial mengklaim jika vaksinasi Covid-19 memakai bahan dasar virus yang masih hidup.

Banyak Informasi Soal Vaksin Pakai Virus Hidup, Ahli Imunologi: Virusnya Sudah Dimatikan
Freepik
Banyak Informasi Soal Vaksin Pakai Virus Hidup, Ahli Imunologi: Virusnya Sudah Dimatikan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fauzi Alamsyah

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sampai saat ini masih banyak kepercayaan dan informasi di media sosial mengklaim jika vaksinasi Covid-19 memakai bahan dasar virus yang masih hidup.

Ketua PP PERALMUNI (Perhimpunan Alergi Imuniologi Indonesia), Iris Renggani, meluruskan pemberitaan yang mengandung informasi tidak benar terkait hal ini.

Vaksinasi nyatanya juga menjadi salah satu cara untuk mencegah penularan virus Covid-19 dan menciptakam herd immunity.

Ada beberapa jenis vaksin yang telah dikembangkan untuk saat ini, salah satunya adalah vaksin Covid-19 Sinovac yang dikembangkan dengan metode inactivated.

Baca juga: KLIK pedulilindungi.id untuk Download Sertifikat Vaksin Covid-19 ke-1 dan 2, Bisa Juga Lewat SMS

Baca juga: Seberapa Besar Edukasi Vaksin Covid-19 terhadap Anak? Begini Kata Dokter

Artinya virus yang berada dalam vaksin sudah dimatikan dan tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.

Sementara itu, vaksin Sinovac menggunakan partikel virus SARS-CoV-2 yakni virus Corona penyebab Covid-19, yang telah dimatikan, atau genomnya telah dirusak.

Partikel virus yang sudah dimatikan ini nantinya akan berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh tanpa risiko penyakit serius.

Terkait pemberitaan yang masih menyebut jika vaksin menggunakan virus covid-19 yang masih hidup adalah salah besar, sebab menurutnya dapat berbahaya bagi manusia.

"Kalau untuk vaksin Covid-19 itu virus yang telah dimatikan tidak ada vaksin hidup untuk Covid-19 karena terlalu berbahaya," ungkapnya dalam siaran virtual, Sabtu (24/7/2021).

Ilustrasi vaksin
Ilustrasi vaksin (freepik.com)

Halaman
12
Penulis: Fauzi Nur Alamsyah
Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas