Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Mahfud MD Sadari Ketakutan Masyarakat: Takut Mati karena Covid-19 vs Takut Mati karena Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan pemerintah telah menyadari adanya ketakutan masyarakat.

Mahfud MD Sadari Ketakutan Masyarakat: Takut Mati karena Covid-19 vs Takut Mati karena Ekonomi
YouTube Kemenko Polhukam
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Mahfud MD | Perayaan Idul Adha 2021, Mahfud MD ajak masyarakat untuk berkurban 

Mahfud menuturkan, yang terpenting dari adanya ketakutan itu adalah cara menghadapinya.

Yakni dengan cara kerjasama di antara elemen-elemen bangsa, seperti tokoh pemerintahan, tokoh masyarakat, serta tokoh akademisi.

Karena Covid-19 ini adalah satu musuh bersama bangsa.

"Tapi yang terpenting dari itu, dari ketakutan itu, harus dihadapi dengan cara kerjasama di antara elemen-elemen bangsa itu, tokoh-tokoh pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh kampus akademisi, karena ini satu musuh bersama," ungkap Mahfud.

Baca juga: Cara Cek Obat Covid-19 Ada atau Tidak di Apotek Secara Online, KLIK farmaplus.kemkes.go.id

Mahfud menyampaikan, jika hal yang sama juga terjadi di berbagai negara.

Misalnya adanya kontroversi dan resistensi terhadap pembatasan kegiatan masyarakat.

Hasil studi menunjukkan jika di negara berkembang pembatasan kegiatan masyarakat ini bisa menganggu jalannya perekonomian.

Berbeda dengan negara maju yang resistensi terhadap pembatasan kegiatannya karena hilangnya kebebasan dalam masyarakat.

Baca juga: Jawaban Menkes Budi saat Ditelepon Jokowi karena Stok Obat Covid-19 yang Dicari di Apotek Kosong

"Hal yang sama itu terjadi di berbagai negara. Ada misalnya kontroversi dan resistensi terhadap pembatasan kegiatan atau aktvitas masyarakat."

"Hasil studi yang dilakukan Kementerian Luar Negeri itu dipetakan, kalau di negara-negara berkembang seperti kita, masyarakat itu resisten terhadap pembatasan kegiatan masyarakat. Karena menganggu jalannya perekonimian."

Halaman
123
Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Garudea Prabawati
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas