Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Sahroni Sarankan Anies dan Risma Koordinasi: Jangan Sindir Menyindir di Media

Kisruh ini dimulai dengan surat dari Anies kepada Risma yang meminta klarifikasi data ganda penerima bansos Covid-19.

Sahroni Sarankan Anies dan Risma Koordinasi: Jangan Sindir Menyindir di Media
Kolase Foto Tribunnews.com
Anies Baswedan (kiri) dan Tri Rismaharini. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Belakangan ini, tengah terjadi silang pendapat antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Sosial Tri Rismaharini terkait data penerima dana bantuan sosial (bansos).

Kisruh ini dimulai dengan surat dari Anies kepada Risma yang meminta klarifikasi data ganda penerima bansos Covid-19.

Menanggapi permintaan ini, Risma menjawab bahwa Pemprov DKI lah yang lambat dalam perbaikan data penerimaan bantuan bansos.

Hal itu disampaikan Risma dalam jumpa pers di kantor Kemensos, Selasa (3/8).

Berkaitan dengan fenomena ini, Legislator DPR RI asal DKI Jakarta Ahmad Sahroni menyampaikan pandangannya.

Menurut Sahroni, hal-hal seperti ini sebaiknya dikordinasikan dengan ringkas dan tenang, bukan dengan berbicara ataupun menyindir melalui media.

Baca juga: Risma Jawab Surat Anies Terkait Data Ganda Bansos DKI, Sindir soal Lambatnya Perbaikan Data

"Ya mungkin pemprov DKI juga memang ada kekeliruan dalam validasi data, tapi kalau pun ada, ya koordinasi secepatnya. Jangan sindir menyindir di media. Kondisi pandemi yang menyulitkan ini tak perlu ditambahi drama-drama seperti ini, apalagi kalau tujuannya untuk menaikkan pamor atau menyerang pejabat lain, ya kurang tepat," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Lebih lanjut, Sahroni menyebut bahwa jika ada perbedaan pandangan sesama eksekutif, maka baiknya persoalan tersebut bisa selesai melalui komunikasi yang baik. Dengan begitu, rakyat jadi tidak bingung.

"Posisi mereka sama-sama eksekutif kok. Jadi kurang tepat bila berbicaranya atau menanggapi surat melalui media. Kalau legislatif kritik eksekutif di media ya baru itu wajar, memang sudah seharusnya. Ini kalau sama-sama eksekutif kemudian saling serang, kan rakyat malah jadi bingung," pungkas Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu.

Penulis: chaerul umam
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas