Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Berikut Kriteria Anak dan Remaja yang Boleh Terima Vaksin 

Sebagian besar anak dan remaja boleh dilakukan vaksinasi. Namun ada beberapa keadaan yang membuat vaksinasi ditunda terlebih dahulu. 

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Berikut Kriteria Anak dan Remaja yang Boleh Terima Vaksin 
Shutterstock
Ilustrasi anak. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program kebijakan vaksin Covid-19 kini tidak hanya dewasa tapi juga anak dan remaja. Vaksinasi untuk anak dan remaja telah dijalankan sejak bulan Juli 2021. 

Sebagian besar anak dan remaja boleh dilakukan vaksinasi. Namun ada beberapa keadaan yang membuat vaksinasi ditunda terlebih dahulu. 

Hal ini diungkapkan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Dr dr Soedjatmiko SpA (K) MSi. 

Situasi yang membuat vaksinasi ditunda jika anak sedang demam, batuk pilek, mules, atau tidak enak badan. 

Selain itu, vaksinasi tidak dilakukan saat mengonsumsi obat yang menekan kekebalan.

Baca juga: Jokowi: Jika Tidak Ada Halangan, Akhir Tahun Vaksin yang Didatangkan Capai 370 Juta Dosis

"Misalnya leukimia, kanker darah atau kanker, HIV, autoimun dan lainnya. Sehingga harus minum obat jangka panjang yang menekan kekebalan," ungkapnya pada acara MNC Trijaya, Jumat (20/8/2021).

Rekomendasi Untuk Anda

Namun penyakit seperti kelainan jantung yang dialami sejak kecil. Tidak mengapa dilakukan vaksin jika tidak ada sesak dan aktifitas normal. 

Begitu pula pada kelainan ginjal yang dialami sejak kecil. Asal selalu minum obat teratur, tekanan darah normal dan melakukan aktifitas seperti biasa. 

"Ada yang epilepsi, kejang, minum obat, selama gak kejang, apa lagi sudah lama boleh. Ada anak autis dan gangguan kecerdasan rendah juga boleh," pungkasnya. 

Selama tidak sakit dan meminum obat yang menekan kekebalan maka boleh. Dr Soedjatmiko mengatakan justru vaksin diprioritaskan bagi anak dan remaja yang tidak bisa menggunakan masker 

"Anak autis, disabilitas intelektual, syndrom down, itu sulit pakai masker dan jaga jarak. Jadi prinsipnya kalau tidak dalam keadaan sakit, tidak minum obat jangka panjang menekan kekebalan, boleh divaksin," tegasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas