Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Anggaran Penanganan Corona 2022 Turun 42,4 Persen, Politikus PKS: Jangan Korbankan Insentif Nakes

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyoroti turunya anggaran penanganan Covid-19 tahun 2022 sebesar 42,4 persen.

Anggaran Penanganan Corona 2022 Turun 42,4 Persen, Politikus PKS: Jangan Korbankan Insentif Nakes
ISTIMEWA
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS Kurniasih Mufidayati 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyoroti turunya anggaran penanganan Covid-19 tahun 2022 sebesar 42,4 persen.

Mufida mengingatkan pemerintah, agar turunnya anggaran penanganan Covid jangan sampai korbankan insentif tenaga Kesehatan (nakes) dan juga jaminan keluarga nakes yang meninggal dunia dalam berjuang melawan Covid-19 sebagaimana yang dijanjikan.

“Dalam penanganan Covid-19 APBN 2020 menganggarkan Rp60,6 triliun dengan fokus mengurangi penyebaran (protokol Kesehatan, alat Kesehatan, testing, klaim perawatan dan insentif nakes). Pada APBN 2021 anggaran penanganan Covid mencapai Rp 201,2 triliun dengan fokus pada vaksinasi dan testing/tracing. Sedangkan pada RAPBN 2022 anggaran penanganan Covid akan dianggarkan Rp115,9 Triliun dengan fokus penanganan yang lebih variatif banyak,” kata Mufida, kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Dikatakan Mufida, pada RAPBN 2022 dalam anggaran penanganan Covid target yang dicapai lebih besar dalam rangka Indonesia keluar dari pandemi Covid-19.

Baca juga: Luhut: Disiplin Prokes dan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Strategi Utama Hidup dengan Covid-19

Namun, sangat disayangkan anggaran malah meluncur tajam dan turun 42,4 persen dari tahun 2021.

Padahal, fokus dan sasaran yang ingin dicapai pemerintah dalam membebaskan Indonesia dari Covid lebih besar dan beragam.

“Target dan fokus diantaranya adalah testing, tracing, treatment, perawatan pasien Covid-19, vaksinasi, obat Covid-19, insentif nakes, penanganan kesehatan daerah. Namun sangat disayangkan justru anggarannya menurun sangat drastis hingga 42,4 persen. Saya tidak paham mengapa pemerintah justru menurunkan anggaran demikian besar, yang berbanding terbalik dengan target yang besar,” kata dia.

Menurutnya target yang ambisius dari pemerintah agar seluruh masyarkat Indonesia divaksin, sepertinya akan mengendor bila anggaran penanganan vaksin tahun 2022 akan dikurangi.

Baca juga: Minta Masyarakat Tak Pilih-pilih Jenis Vaksin Covid, Menkes: Semua Sama-sama Membangun Antibodi

Faktanya di lapangan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum divaksin dan banyak daerah yang masih kekurangan stok vaksin. Sehingga target vaksininasi sampai sampai akhir 2021 pesimis bisa dicapai dengan kondisi yang ada, yang artinya akan bergeser ke 2022.

Halaman
12
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas