Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Ibu Hamil Baru Bisa Vaksin Saat Usia Kandungan 12 Minggu hingga 33 Minggu, Ini Alasannya

Ibu hamil merupakan kelompok rentan terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan tak menutup kemungkinan mengalami gejala berat. Mereka wajib memperoleh vaksinasi.

Ibu Hamil Baru Bisa Vaksin Saat Usia Kandungan 12 Minggu hingga 33 Minggu, Ini Alasannya
Tribun Network
Ilustrasi ibu hamil 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejak 2 Agustus 2021, ibu hamil sudah bisa mendapatkan vaksinasi covid-19.

Hal ini dilakukan karena ibu hamil merupakan kelompok rentan terinfeksi virus SARS-CoV-2 dan tak menutup kemungkinan mengalami gejala berat.

Oleh karena itu menurut dr Amillia Siddiq MSi Sp OG (K)- Fetomatenal ibu hamil harus divaksin. 

Pertanyaannya, mengapa ibu hamil boleh divaksin saat usia kandungannya 12 minggu hingga 33 minggu saja?

dr Amillia pun menyebutkan jika sebenarnya tidak ada alasan yang membahayakan.

Baca juga: Selandia Baru Laporkan Kasus Kematian Pertama Terkait Vaksin Pfizer

Baca juga: Wanita di Selandia Baru Meninggal setelah Divaksin dengan Pfizer, Alami Efek Samping Langka

Namun, Jika ibu divaksin di bawah usia 12 minggu, akan ada kebingungan. Apakah ibu mual karena usia kandungan yang masih muda, atau memang akibat pengaruh vaksin. 

Ilustrasi vaksinasi. Bagi diabetesi, kadar gula darah harus normal agar lolos syarat vaksinasi. berikut ini merupakan tips menjaga gula darah.
Ilustrasi vaksinasi. Bagi diabetesi, kadar gula darah harus normal agar lolos syarat vaksinasi. berikut ini merupakan tips menjaga gula darah. (Shutterstock)

Usia kandungan di bawah tiga bulan memang terhitung masih muda. Pada trimester pertama ibu memang gampang mual dan muntah.

Namun dr Amillia menekankan jika vaksin tidak berbahaya bagi ibu hamil

"Laku kenapa 33 minggu? Itu supaya kalau divaksin 33 minggu tidak keburu melahirkan, sehingga bisa vaksin yang kedua," ungkapnya pada siaran Radio Kesehatan, Senin (30/8/2021).

Baca juga: Alasan Sertifikat Vaksin Covid-19 Tak Perlu Dicetak, Ini Penjelasan Kominfo dan Kemenkes

Namun jika sudah mendapatkan jadwal vaksin, tetap lakukan vaksin. Setelah melahirkan, baru dilakukan vaksin dosis kedua.

"Takutnya keburu tertular Covid-19. Mending cepat-cepat aja. Takutnya petugas vaksinator kurang belum memahami. Intinya prinsipnya aman," tegasnya.

Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas