Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Masyarakat Adat Masih Terganjal Data Penduduk untuk Akses Vaksinasi

Program vaksinasi ini membuka mata mengenai lemahnya ketersediaan data kependudukan kelompok disabilitas, masyarakat adat, warga di pedalaman.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Masyarakat Adat Masih Terganjal Data Penduduk untuk Akses Vaksinasi
Kemendagri
Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menerbitkan 1.168 dokumen kependudukan bagi masyarakat adat Baduy Dalam dan Baduy Luar. Pelayanan jemput bola dilakukan selama tiga hari, Jumat-Minggu (27-29/8/2021).Masyarakat Adat Masih Terganjal Data Penduduk untuk Akses Vaksinasi 

Co-founder dan CEO Katadata Metta Dharmasaputra menilai program vaksinasi ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki data kependudukan.

Selama ini, berbagai bantuan sosial dan program pemerintah lain tidak dapat berjalan optimal karena keterbatasan data.

Pelaksanaan program vaksinasi seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah untuk secara serius memperbaiki data kependudukan.

Jika persoalan data bisa diatasi, dikumpulkan oleh komunitas, maka pasokan vaksin bisa dicari.

Misalnya dengan bekerja sama dengan TNI/Polri yang menjadi kuasa ketersediaan vaksin di daerah.

“Tanpa ada data yang memadai, susah bagi kita untuk mendatangkan vaksin,” kata Metta.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas