Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Jokowi Minta Kabinetnya Jelaskan ke Masyarakat Covid-19 Tidak akan Hilang Total

Salah satunya, Presiden meminta jajaran kabinetnya untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Covid-19 tidak mungkin hilang

Jokowi Minta Kabinetnya Jelaskan ke Masyarakat Covid-19 Tidak akan Hilang Total
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan sejumlah hal penting yang perlu menjadi perhatian terkait evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), dalam rapat terbatas bersama jajarannya melalui konferensi video di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, (6/9/2021).

Salah satunya, Presiden meminta jajaran kabinetnya untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa Covid-19 tidak mungkin hilang secara total.

"Kita semuanya bersama-sama harus menyampaikan kepada masyarakat, kepada rakyat bahwa yang namanya Covid ini tidak mungkin hilang secara total. Yang bisa kita adalah mengendalikan," kata Jokowi dalam video yang diunggah Youtube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Politisi PKS Kritik Pemerintah Soal Pengelolaan Anggaran Selama Pandemi Covid-19

Baca juga: India Mungkin Sudah Memasuki Fase Endemi Setelah Melewati Gelombang Kedua Penularan COVID-19

Baca juga: Percepat Penanganan Covid-19, Sektor Swasta Distribusikan 90 Tabung Oksigen

Penjelasan mengenai Covid-19 kepada masyarakat tersebut kata Presiden, sangatlah penting agar tidak terjadi euforia yang berlebihan. Misalnya merayakan secara berlebihan ketikan pandemi Covid-19 terkendali.

"Masyarakat harus sadar bahwa covid selalu mengintip, varian Delta selalu mengintip kita, begitu lengah bisa naik lagi," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Marinves) yang juga merupakan penanggungjawab pelaksanaan PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung adanya kafe di Jakarta yang melanggar protokol kesehatan.

Akibatnya kafe tertutup ditutup petugas selama 3 hari.

"Seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu di restoran kafe di wilayah Jakarta yang tidak patuh protokol kesehatan sehingga pada akhirnya harus dilakukan tindakan penutupan selama 3 hari ke depan," kata Luhut dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (6/9/2021).

Luhut mengatakan kondisi Pandemi yang terus membaik sekarang ini, bukan untuk disikapi secara euforia. Karena kelengahan sekecil apapun akan mengakibatkan kondisi Pandemi Covid-19 kembali memburuk.

"Ini adalah sesuatu yang harus kita hindari," kata Luhut.

Berdasarkan hasil pemantauan kata Luhut, masih banyak kafe yang belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi dalam operasionalnnya. Padahal penggunaan aplikasi tersebut penting untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.

"Kami juga masih melihat banyaknya restoran cafe, yang belum menerapkan penggunaan aplikasi pedulilindungi padahal ini semua untuk keamanan kita bersama," pungkasnya.

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas