Jubir Kemenkes Sebut Masih Ada Provinsi Perbarui Data Status Covid-19 Selama 21 Hari
Tren menunjukkan terjadinya penurunan kasus konfirmasi Covid-19 serta angka kematian akibat Covid-19 dalam empat minggu terakhir.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Tren menunjukkan terjadinya penurunan kasus konfirmasi Covid-19 serta angka kematian akibat Covid-19 dalam empat minggu terakhir.
Hal diungkapkan oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi.
Secara nasional, terjadi penurunan kasus sebanyak 42 persen dibandingkan dengan minggu sebelumnya.
Sedangkan pada angka kematian turun hingga 29 persen.
Baca juga: Novavax Mulai Uji Coba Tahap Awal untuk Vaksin Gabungan Influenza dan Covid-19
Di balik penurunan data tersebut, Nadia menyebutkan jika masih banyak provinsi yang belum memperbarui status kasus Covid-19 di wilayah mereka terutama data kematian.
Hal ini kata Nadia disebabkan karena prosedur yang berjenjang mulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan hingga Disdukcapil.
"Masih banyak provinsi yang belum memperbarui status kasusnya yang lebih dari 21 hari.
Hal ini terjadi karena adanya keterlambatan dalam melakukan input data kematian ke dalam sistem," kata Nadia dalam secara virtual, Rabu (8/9/2021).
Baca juga: Masyarakat Bingung Pilih Vaksin Covid-19 yang Aman dan Efektif, Ini Kata Dokter
Penyebab lain dari keterlambatan tersebut adalah terdapat keterbatasan dari tenaga kesehatan untuk langsung memasukan laporan data kematian.
Ia pun menyebutkan jika total kasus aktif saat ini tercatat sekitar 25 persen dan di antaranya belum diperbarui statusnya selama lebih 21 hari
Oleh karena itu Nadia menyebutkan jika Kemenkes akan berupaya dengan melakukan berbagai evaluasi.
Agar seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat langsung melaporkan data kematian.
Sehingga keterlambatan pelaporan data dapat diminimalisir di kemudian hari.