Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Jubir Penanganan Covid-19 Ajak Masyarakat Bali Mengkaji Kearifan Lokal untuk Perkuat Prokes

Sebuah studi kata Reisa sudah diterbitkan secara internasional yang menyatakan bahwa di provinsi Bali tingkat kepatuhan

Jubir Penanganan Covid-19 Ajak Masyarakat Bali Mengkaji Kearifan Lokal untuk Perkuat Prokes
Tangkap layar channel YouTube Sekretariat Presiden
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 dr Reisa Brotoasmoro.jpg 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menurut Intruksi Menteri dalam Negeri No 39 Tahun 2021 yang dikeluarkan keluar pada 6 September lalu, tinggal Ponorogo dan Magetan yang masih kategori PPKM level 4 di Jawa Timur.

Sedangkan sembilan kota dan kabupaten di Bali masih level 4. Oleh karenanya Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengajak masyarakat gencar bersama jalankan protokol kesehatan untuk capai level PPKM yang baik.

"Turunkan status, kurangi angka pasien rumah sakit, tekan harga kematian dan naikkan jumlah orang diperiksa dan naikkan angka kesembuhan," ungkapnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Jokowi: Pengusaha Harus Tetap Waspada

Sebuah studi kata Reisa sudah diterbitkan secara internasional yang menyatakan bahwa di provinsi Bali tingkat kepatuhan masyarakat terhadap prokes terkait dengan norma sosial.

"Hal ini sesuai dengan persepsi, mamfat dan nilai kesehatan jasmani. Oleh karena itu berbagai upaya harus diberlakukan memperkuat dapat adaptasi masyarakat Bali terhadap kebiasaan baru," katanya lagi.

Sehingga nantinya dapat memperkuat produktif dan aman Covid-19. Upaya ini kata Reisa dapat dilakukan dengan, mengkaji kearifan lokal leluhur.

Baca juga: Masyarakat Bingung Pilih Vaksin Covid-19 yang Aman dan Efektif, Ini Kata Dokter

"Seorang kurator museum Lontar Karang Asem, bli Sugi Lanus mengatakan berbagai lontar menunjukkan bukti bahwa para leluhur sangat tanggap pada penanganan wabah di masa lalu," papar Reisa.

Di antaranya seperti mengatur upacara yang memungkinkan memunculkan kerumunan. Serta seruan menjaga kondisi badan agar tetap sehat.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas