Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19 Awasi Ketat Jalur Darat

Untuk mengantisipasi ancaman gelombang ketiga covid-19 perlu upaya-upaya pengendalian transportasi yang melayani rute-rute internasional di bandara

Cegah Gelombang Ketiga Covid-19 Awasi Ketat Jalur Darat
shutterstock
Ilustrasi Covid-19 Varian Delta 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengantisipasi ancaman gelombang ketiga Covid-19 perlu upaya-upaya pengendalian transportasi yang melayani rute-rute internasional di bandara maupun pelabuhan. 

Saat ini, pintu masuk Indonesia hanya lewat jalur udara hanya Bandara Soekarno Hatta dan Sam Ratulangi Manado. 

Sedangkan jalur laut, hanya Pelabuhan Batam dan Nunukan. 

"Selain itu, pemerintah jugaperlu mengawasi secara ketat mobilitas masyarakat melalui jalur darat dan masyarakat Indonesia tetap harus waspada dengan menaati protokol kesehatan, karena mobilisasi manusia sekarang sudah mulai menggeliat," ujar Anggota Komisi IX DPR, Abidin Fikri dalam pernyataannya, Jumat(24/9/2021).

Meski kondisi saat ini relatif lebih baik, masyarakat harus tetap waspada karena pandemi covid-19 belum berakhir. Apalagi virus terus bermutasi. 

Baca juga: Ketua MPR Soroti Cakupan Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 12-17 Tahun Masih Jauh dari Target

Abidin juga meminta pemerintah menyiapkan langkah-langkah antisipasi jika sewaktu-waktu penyebaran Covid-19 kembali memburuk.

"Langkah antisipasi ini salah satunya adalah dengan pengetatan kebijakan karantina internasional termasuk di dalam entry dan exit testing di bandara-bandara kita," tuturnya.

Selain itu, Abidin juga mengapresiasi capaian positif program vaksinasi. Per Kamis, 23 September, sebanyak 83.248.128 orang sudah mendapatkan dosis vaksin pertama, 46.980.347 orang sudah menerima vaksin dosis kedua, dan 878.587 sudah mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster.

Menurut dia, capaian itu tidak terlepas dari hasil kerja keras pemerintah, komponen masyarakat, TNI, Polri, dan BIN. 

"Daerah-daerah melalui prakarsa kepala daerah yang terus mengawasi secara cermat pelaksanaan vaksinasi, itu menunjukkan indikator bahwa masyarakat sudah bisa mencapai percepatan yang luar biasa," katanya.

Abidin mengatakan saat ini hard protection menjadi tujuan utama, tidak lagi herd immunity. 

"Proteksi masing-masing masyarakat kita, itu yang harus terus ditingkatkan. Karena herd immunity bisa tercapai kalau kita punya ketaatan secara sinergi dibarengi dengan prokes ketat," ujarnya.

Sebelumnya, upaya pemerintah Indonesia menurunkan kasus positif Covid-19 mendapatkan apresiasi dunia, antara lain dari John Hopkins University yang menyatakan bahwa penanganan Covid-19 di Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di dunia. 

Sebab Indonesia mampu menurunkan angka kasus hingga 58% dalam kurun waktu dua pekan.

"Saya kira harus kita apresiasi penanganan Covid-19 sekarang. Kita juga mendapatkan apresiasi dari WHO dan lain sebagainya. Secara garis besar penanganan Covid-19 sudah bisa dikatakan menurunkan kasus," kata Abidin Fikri.(Willy Widianto)

Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas