Mengenal Varian Delta Plus AY.4 dan Subtipe Baru Delta AY.4.2
Anda mungkin menganggap AY.4 sebagai keluarga varian Delta, karena AY.4 tetap menjadi 'garis keturunan' Delta yang dominan di Inggris.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Malvyandie Haryadi
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, MARYLAND - Pandemi virus corona (Covid-19) yang telah berlangsung lebih dari setahun hingga kini memang belum berakhir, dan saat ini muncul varian baru Delta AY.4 serta mutasi AY.4 plus S:Y145H baru atau dikenal sebagai AY.4.2 yang secara tiba-tiba menjadi perhatian.
Apa itu varian Delta AY.4?
Anda mungkin menganggap AY.4 sebagai keluarga varian Delta, karena AY.4 tetap menjadi 'garis keturunan' Delta yang dominan di Inggris.
Ini menurut laporan dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris pada 15 Oktober lalu.
Direktur Unit Penelitian Operasi Klinis dan Profesor Penelitian Operasional di University College London, Christina Pagel mengatakan bahwa saat ini varian tersebut menyumbang sekitar 80 persen dari rangkaian kasus di Inggris.
Dikutip dari laman Health Magazine, Kamis (21/10/2021), di Amerika Serikat (AS), varian AY ini didaftarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS sebagai varian yang menjadi perhatian.
Baca juga: Mantan Kepala FDA AS Serukan untuk Melakukan Riset Terhadap Varian Baru Delta Plus AY.4.2
Ini mengindikasikan ada bukti yang menunjukkan varian ini kemungkinan lebih menular dan menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan virus awal yakni SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.
Varian ini juga mungkin saja lebih kuat dalam melawan kekebalan vaksin dan perawatan yang ada.
Terkait AY.4, CDC pun tidak memecah varian ini secara terpisah dari varian AY lainnya.
Lalu apa itu AY.4.2?
AY.4.2 adalah nama yang diusulkan untuk subtipe baru Delta yang secara khusus disebut oleh mantan Komisioner Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS Dr. Scott Gottlieb dalam cuitannya di Twitter.
subtipe baru Delta ini merupakan kombinasi dari AY.4 yang ditambah mutasi lonjakan S:Y145H.
"Saat ini, subtipe baru ini mewakili sekitar 8 hingga 9 persen kasus di Inggris," kata Pagel.
Menurut laporan Badan Keamanan Kesehatan Inggris, frekuensi AY.4.2 pun tengah mengalami peningkatan dan sedang dipantau.
Di mana varian Delta AY.4 dan AY.4.2 ditemukan?
Saat ini AY.4 dan AY.4.2 ditemukan di Inggris dan India, namun tidak jelas apakah AY.4 atau subtipe barunya telah diurutkan oleh CDC.
Karena sistem pelacak varian CDC hanya mencantumkan varian Delta AY.1 dan AY.2, namun tidak secara khusus menyebutkan AY.4 atau AY.4.2.
"AY.4 tidak begitu umum di AS dan AY.4.2 tidak ada sama sekali," tulis Pagel dalam sebuah email.
Bahkan AY.1 dan AY.2 nyaris tidak terdaftar di sistem pelacak CDC AS, meskipun varian Delta asli atau B.1.617.2 menyumbang 99,9 persen dari kasus Covid-19 di AS saat ini.
Apa perbedaan varian ini dengan varian Delta asli?
Seperti yang diisyaratkan oleh Dr. Gottlieb, tidak ada banyak informasi di luar sana yang menjelaskan tentang varian tersebut untuk saat ini.
"Semua garis keturunan ini disebut 'Delta Plus', tidak ada signifikansi apakah varian ini dapat mengubah perilaku virus atau tidak, dan belum ada bukti konklusif bahwa varian ini berada di luar strain induk Delta," kata Pakar Penyakit Menular Amesh A. Adalja.
Mengapa varian tersebut muncul saat ini?
Spesialis Penyakit Menular dan Profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner, mengatakan bahwa virus akan terus bermutasi, tidak terkecuali Covid-19.
"Kami akan melihat varian sesekali muncul, namun itu belum tentu menyalip varian Delta asli," kata Schaffner.