Siti Nadia Tarmizi Tanggapi Informasi Keterbatasan Vaksin Covid-19 di Wilayah 3T
Percepatan vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan oleh pemerintah hingga saat ini.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Willem Jonata
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Percepatan vaksinasi Covid-19 masih terus dilakukan oleh pemerintah hingga saat ini.
Namun beberapa lokasi khususnya daerah 3T, terdepan, terpencil dan tertinggal sulit mengakses Vaksin Covid-19.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan jika pemerintah telah bekerjasama dengan TNI dan Polri.
Hal ini dikarenakan TNI dan Polri memiliki jaringan yang lebih komprehensif.
Baca juga: Jadi Kontroversi, Begini Penjelasan Kemenhub dan Satgas Covid-19 Soal Wajib Tes PCR
Baca juga: BBM Satu Harga Bertambah 17 Titik, Pertamina Patra Niaga Layani Distribusi Energi ke 293 Wilayah 3T
Di sisi lain, Nadia menyebutkan jika vaksinasi bukan hal yang baru di Indonesia.
Sejak 1998, imunisasi rutin telah dilaksanakan. Dan imunisasi rutin ini, pelaksanaannya tersebar di 514 kabupaten dan kota.
"Ada sistem yang sudah terbangun dan juga memberikan layanan ke daerah 3T,"paparnya dalam seminar virtual yang diselenggarakan Prakarsa, Kamis (21/10/2021).
Selain itu, menurut Nadia, laju penularan di daerah tersebut tidaklah besar. Sehingga tidak menjadi prioritas sejak awal.
Baca juga: Kemenkumham Rayakan Kemerdekaan dengan Patuhi 3M dan 3T
Berbeda dengan daerah perkotaan yang memiliki mobilitas besar antar kota. Kemudahan transportasilah yang menyebutkan laju penularan lebih tinggi.
"Tapi bukan berarti tidak peduli, terutama pada daerah perbatasan. Kamai bekerja sama dengan TNI dan Polri. Atau di Papua kami bekerja sama dengan misionaris," katanya lagi.
Selain itu vaksinasi tetap dilaksanakan. Walau pembagiannya secara proporsi tidak sama rata. semua kabupaten dan kota tetap diberikan vaksin Covid-19.
"Tetapi mungkin jumlah vaksinasi kabupaten dan kota sedikit. Mau tidak mau harus memprioritaskan siapa yang lebih dulu mendapatkan vaksin," katanya lagi.
Baca tanpa iklan