Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Vaksin Merah Putih Ditargetkan Beredar Juli 2022

Tim peneliti Universitas Airlangga, Surabaya, telah menuntaskan pembuatan bibit vaksin atau seed vaccine untuk pencegahan Covid-19.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
zoom-in Vaksin Merah Putih Ditargetkan Beredar Juli 2022
Tribunnews.com/ Rina Ayu
Serah terima bibit vaksin dilakukan simbolis dari Rektor Univesitas Airlangga Muhammad Nasih kepada Direktur PT Biotis, FX Sudirman di Aula Gedung Garuda Mukti, Selasa (9/11/2021).Vaksin Merah Putih Ditargetkan Beredar Juli 2022 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim peneliti Universitas Airlangga, Surabaya, telah menuntaskan pembuatan bibit vaksin atau seed vaccine untuk pencegahan Covid-19.

Bibit vaksin buah karya peneliti dalam negeri itu diserahkan ke PT Biotis Pharmaceutical Indonesia (PT Biotis) untuk diproduksi sebagai Vaksin Merah Putih.

Direktur Utama PT Biotis FX Sudirman mengatakan progres pembuatan Vaksin Merah Putih sejauh ini masih on track.

Baca juga: Update Capaian Vaksinasi Covid-19: Dosis Pertama 127 Juta, Dosis Kedua 81 Juta

Baca juga: Pfizer Tengah Ajukan Permohonan Penggunaan Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun di Brasil

“Pembuatan seed vaccine sudah diselesaikan oleh tim Universitas Airlangga dengan hasil baik dan saat ini diterima oleh PT Biotis untuk diproses ke tahap selanjutnya," kata FX Sudirman melalui keterangan tertulis, Kamis (11/11/2021).

Vaksin tersebut ditargetkan sudah bisa diedarkan ke masyarakat pada Juli 2022.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Airlangga dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, di Gedung C, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/11/2020).
Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Airlangga dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, di Gedung C, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/11/2020). (TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI)

Adapun tahapan selanjutnya, PT Biotis akan melakukan proses media fill upstream yang diharapkan akan selesai sebelum akhir tahun 2021.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, kerja sama PT Biotis dan Unair berhasil menyelesaikan proses penelitian hingga uji praklinis Vaksin Merah Putih selama kurang dari satu tahun.

FX Sudirman mengajak pemangku kepentingan maupun masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada tim peneliti Vaksin Merah Putih.

“Vaksin Merah Putih adalah vaksin resmi pertama buatan Indonesia, kami berharap dukungan dari seluruh stakeholders dan masyarakat agar Indonesia bisa segera merdeka dan terlepas dari ketergantungan impor vaksin," ujar Sudirman.

PT Biotis Pharmaceutical Indonesia merupakan perusahaan swasta nasional yang ditunjuk pemerintah untuk menemukan, mengembangkan, memproduksi, dan mengkomersilkan vaksin dalam negeri yang aman dan berkualitas tinggi.

Tentang Metode Vaksin Merah Putih

Lantas apa vaksin meraj putih? Arsip artikel Tribunnews.com berjudul Vaksin Nusantara Jadi Polemik, Vaksin Merah Putih Siap Produksi Masal, Apa Beda Keduanya?,  diketahui jika vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang bukan merujuk hanya satu vaksin saja. Melainkan sekelompok kandidat vaksin yang dikembangkan dari berbagai lembaga.

Saat ini vaksin Merah Putih dikembangkan oleh enam lembaga dalam negeri, yakni LBM Eijkman, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Airlangga.

Enam lembaga tersebut mengembangkan vaksin Covid-19 dengan metode yang berbeda.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas