Tribun

Virus Corona

Mantan Penasihat Ilmiah Inggris: Omicron Jadi Penanda Pandemi Covid-19 Belum Berakhir

Munculnya varian baru virus corona (Covid-19) Omicron telah membawa dunia kembali ke titik awal dalam upaya menangani pandemi.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
Mantan Penasihat Ilmiah Inggris: Omicron Jadi Penanda Pandemi Covid-19 Belum Berakhir
digi24.ro
Ilustrasi varian baru Covid-19, Omicron 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, LONDON - Mantan Penasihat Ilmiah pemerintah Inggris dan Direktur Wellcome Trust, Jeremy Farrar mengatakan munculnya varian baru virus corona (Covid-19) Omicron telah membawa dunia kembali ke titik awal dalam upaya menangani pandemi.

"Varian ini mengingatkan kita semua bahwa kita justru lebih dekat ke awal pandemi daripada akhir," kata Farrar, pada Sabtu lalu.

Dikutip dari laman Sputnik News, Senin (6/12/2021), ilmuwan itu mengungkapkan keprihatinannya terhadap negara-negara yang memiliki akses terbatas dalam mendapatkan vaksin.

Baca juga: Syarat Terbaru Masuk Indonesia Diperketat Untuk Cegah Omicron, Berikut Rinciannya

Baca juga: Pasca Varian Omicron Muncul, Banyak Anak di Afrika Selatan Positif Covid-19

"Semakin lama virus ini terus menyebar di sebagian besar populasi yang tidak divaksinasi secara global, semakin besar kemungkinan varian yang kebal vaksin akan muncul. Jika itu terjadi, kita bisa mendekati titik awal," tegas Farrar.

Menurutnya, jika pasokan vaksin global bisa dipastikan, dunia bisa mencegah munculnya varian yang lebih baru lagi.

Oleh karena itu, ia meminta negara-negara kaya untuk berbagi pasokan vaksin ekstra mereka dengan negara-negara miskin selama beberapa bulan mendatang.

Farrar juga mengingatkan semua pihak terkait pentingnya untuk terus memakai masker di dalam ruangan dan mengikuti langkah-langkah menjaga jarak sosial.

Ilmuwan satu ini mengundurkan diri dari posisinya sebagai penasihat ilmiah pemerintah Inggris pada bulan lalu di tengah klaim bahwa tanggapan pemerintah Inggris terhadap situasi Covid-19 di negara itu 'mengkhawatirkan'.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas