Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Luhut: Sampai Hari Ini Tidak Ada Temuan Varian Omicron di Indonesia

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa varian Omicron menyebar jauh lebih cepat dibanding varian Covid-19 lainnya yang ada saat ini.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Luhut: Sampai Hari Ini Tidak Ada Temuan Varian Omicron di Indonesia
Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden
Luhut Binsar Panjaitan Live Konpers PPKM (Tangkap Layar Youtube Sekretariat Presiden) Senin (25,10,2021) 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa varian Omicron menyebar jauh lebih cepat dibanding varian Covid-19 lainnya yang ada saat ini.

Meskipun demikian varian yang berasal dari Afrika Selatan tersebut memiliki tingkat keparahan yang lebih rendah. 

"Omicron terindikasi memiliki tingkat keparahan yang rendah tercermin dari tingkat perawatan RS yang terkendali maupun tingkat kematian yang rendah meskipun perlu dicatat bahwa tingkat kematian adalah indikator yang lagged," kata Luhut dalam Konferensi pers virtual yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Senin, (13/12/2021).

Luhut mengatakan varian Omicron tersebut belum ada di Indonesia.

Berdasarkan hasil genome sequencing yang dilakukan, belum ada tanda-tanda varian tersebut masuk ke Indonesia. 

Baca juga: Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa Positif Covid-19, Varian Omicron?

"Sampai dengan hari ini berdasarkan informasi yang diberikan oleh Kemenkes dari hasil genome sequencing yang terus dilakukan tidak ditemukan adanya temuan kasus varian Omicron di Indonesia," tuturnya.

Meskipun demikian kata Luhut, pemerintah terus melakukan evaluasi proses karantina pelaku perjalanan luar negeri. Terutama,  memastikan pelaksanaan karantina dilakukan secara disiplin. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Salah satu kebijakan yang akan dilakukan adalah mengubah status PeduliLindungi pelaku perjalanan luar negeri menjadi hitam selama periode karantina," katanya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas