Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

WHO Adakan Briefing 2 Tahun Pandemi Covid-19, Soroti Kasus Omicron yang Kini Dominan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berada di Jenewa, Swiss mengadakan pengarahan mingguan tentang perang melawan pandemi virus corona (Covid-19).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fitri Wulandari
zoom-in WHO Adakan Briefing 2 Tahun Pandemi Covid-19, Soroti Kasus Omicron yang Kini Dominan
AFP/OSWALDO RIVAS
Seorang wanita memegang boneka buatan tangan yang menggambarkan varian Covid-19 Omicron di Managua, pada 27 Desember 2021. - Boneka-boneka itu dibakar pada tengah malam pada 31 Desember sebagai tradisi mengucapkan selamat tinggal pada tahun yang lama dan menyambut yang baru. (Photo by OSWALDO RIVAS / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang berada di Jenewa, Swiss mengadakan pengarahan mingguan tentang perang melawan pandemi virus corona (Covid-19).

Acara ini tentu saja menandai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 pandemi ini.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (30/12/2021), rencana diadakannya acara ini sebenarnya karena jumlah kasus varian Omicron yang terus tumbuh di seluruh dunia.

Baca juga: Imigrasi Perketat WNA Masuk Indonesia, Kasus Omicron Tambah Jadi 68: dari Arab Saudi hingga Turki

Baca juga: Bisakah Memprediksi Kapan Akhir Pandemi Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Fisika IPB

Sementara di Amerika Serikat (AS) dan banyak negara lainnya, varian ini kini menjadi yang dominan, menyaingi bahkan menggantikan Delta.

Sedikit kilas balik awal pandemi dimulai, wabah pertama virus ini tercatat di kota Wuhan yang terletak di provinsi Hubei di China pada akhir Desember 2019.

WHO pun kemudian menyatakan wabah Covid-19 itu sebagai pandemi pada Maret 2020.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Johns Hopkins University, setelah dua tahun pandemi, penghitungan virus corona secara global telah melampaui 282 juta kasus, sementara jumlah kematian telah mencapai 5,4 juta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas