Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Vaksin Booster Gratis, Epidemiolog Sebut Itu Dapat Percepat Capaian Vaksin Covid-19

Program booster untuk vaksin Covid-19 dimulai pada hari ini, Rabu (12/1/2022). 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Vaksin Booster Gratis, Epidemiolog Sebut Itu Dapat Percepat Capaian Vaksin Covid-19
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Tenaga kesehatan di Puskesmas Panunggangan, Cibodas, Kota Tangerang, memberikan suntikan Vaksin Booster kepada warga lansia usia 60 tahun ke atas dan yang memiliki penyakit bawaan ( komorbid), Rabu (12/1/2022). Pelaksanaan Vaksinasi Booster di tahap awal yang digelar Pemkot Tangerang ini menyasar 6000 orang warga. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program booster untuk vaksin Covid-19 dimulai pada hari ini, Rabu (12/1/2022). 

Pemerintah memastikan bahwa pemberian vaksin booster secara gratis kepada seluruh lapisan masyarakat. 

Menurut Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman, menilai kelompok berisiko hingga masyarakat miskin harus mendapatkan vaksin booster gratis. 

Baca juga: Apresiasi Vaksinasi Booster Gratis, Pimpinan Komisi IX DPR Ingatkan Soal Pendataan

Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait pemberian vaksin booster gratis dianggap cukup berperan.

"Kita apresiasi ini dan sebagaimana sudah saya usulkan bahkan sejak tahun lalu ya, mekanismenya memang seperti itu. Kalau bicara untuk booster, tentu upaya atau peran dari pemerintah menjadi sangat penting," ungkapnya pada Tribunnews, Rabu (12/1/2022). 

Terutama jika melihat dari skala prioritas untuk mereka yang berisiko tinggi seperti lansia. Begitu juga yang memiliki komorbid. 

Baca juga: Dimulai Hari Ini: Penerima Sinovac Dapat Vaksin Booster dari Pfizer dan AstraZeneca Dapat Moderna

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau misalnya digratiskan untuk semua masyarakat, itu lebih baik lagi. Artinya bisa dengan skema BPJS atau lainnya, ditanggung. Bisa secara langsung atau tidak langsung," kata Dicky menambahkan. 

Menurut Dicky ini tentu membantu capaian atau cakupan vaksin Covid-19. Karena bagaimana pun semakin banyak orang vaksinasi, tantangan cakupan juga lebih besar. 

"Kalau tidak ada yang skema seperti mulai melibatkan masyarakat tentu mengurangi potensi partisipasi. Karena masyarakat mulai punya beban dan sebagainya. Belum lagi teori konspirasi," pungkasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas