Tribun

Virus Corona

WHO Prediksi Lebih dari 50 Persen Populasi di Eropa Terinfeksi Omicron dalam 6-8 Minggu Mendatang

Lebih dari 50 persen populasi Eropa diprediksi terinfeksi varian baru virus corona (Covid-19) Omicron dalam 6 hingga 8 minggu ke depan.

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Anita K Wardhani
zoom-in WHO Prediksi Lebih dari 50 Persen Populasi di Eropa Terinfeksi Omicron dalam 6-8 Minggu Mendatang
AFP/LIONEL BONAVENTURE
OMICRON - Foto Ilustrasi ini diambil di Toulouse, barat daya Prancis, pada 1 Desember 2021 menunjukkan jarum suntik dan layar yang menampilkan Omicron, nama varian baru covid 19. - Omicron telah menjadi jenis virus corona utama di Prancis di mana jumlah infeksi telah mengalami peningkatan besar dalam beberapa hari terakhir, kata badan kesehatan masyarakat negara itu. "62,4 persen tes menunjukkan profil yang kompatibel dengan varian Omicron" pada awal minggu ini, dibandingkan dengan 15 persen pada minggu sebelumnya, kata agensi tersebut. (Lionel BONAVENTURE / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JENEWA - Lebih dari 50 persen populasi Eropa diprediksi terinfeksi varian baru virus corona (Covid-19) Omicron dalam 6 hingga 8 minggu ke depan.

Seperti yang disampaikan Direktur Regional Eropa di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Hans Kluge pada Selasa kemarin.

Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (12/1/2022), Kluge pun mengutip sebuah penelitian yang dilakukan oleh Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di University of Washington.

"Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan memperkirakan bahwa lebih dari 50 persen populasi di wilayah tersebut akan terinfeksi Omicron dalam 6 hingga 8 minggu ke depan, data yang dikumpulkan dalam beberapa minggu terakhir menegaskan bahwa Omicron sangat menular," kata Kluge.

Baca juga: WHO Peringatkan Agar Tak Sebut Omicron Sebagai Varian Ringan: Itu Membunuh Orang di Seluruh Dunia

Baca juga: Warga Kabupaten Bandung yang Tertular Omicron Sempat Diisolasi di Wisma Atlet 14 Hari

Pejabat WHO ini menyebutkan bahwa Omicron menjadi varian yang dominan di Eropa Barat dan telah menyebar di negara Balkan.

Perlu diketahui, Omicron kali pertama terdeteksi di Afrika Selatan pada akhir November 2021.

WHO pun menetapkannya sebagai 'varian yang menjadi perhatian' atau Variant of Concern (VoC), karena jumlah mutasinya yang sangat tinggi.

Meskipun beberapa larangan perjalanan diberlakukan oleh banyak negara terhadap negara-negara Afrika sebagai kawasan penemuan awal varian ini, Omicron telah terdeteksi di benua Eropa, Asia, dan Amerika.

Pakar kesehatan dari berbagai negara menyebut varian ini jauh lebih menular, namun menghasilkan gejala yang lebih ringan dibandingkan varian sebelumnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas